CANTIKA.COM, Jakarta - Sering nggak kamu merasa tertekan atau cemas terus-menerus, tapi bingung itu stress atau anxiety? Kedua hal ini memang seringkali terdengar mirip dan bahkan dialami bersamaan.
Banyak orang sering menggunakan istilah stress dan anxiety seolah keduanya sama. Padahal, meskipun keduanya berkaitan dengan tekanan emosional dan fisik, ada perbedaan penting yang perlu dipahami agar kita tahu cara mengatasi masing-masing dengan tepat.
Apa Itu Stress?
Stress adalah respon tubuh terhadap tekanan atau tuntutan dari lingkungan eksternal. Ketika menghadapi situasi yang menantang, misalnya deadline pekerjaan, persiapan ujian, atau masalah hubungan, tubuh kita mengaktifkan sistem “fight or flight” untuk membantu kita menghadapi tantangan tersebut.
Ciri-ciri stress antara lain:
1. Penyebabnya jelas yang biasanya datang karena ada pemicu yang nyata, seperti pekerjaan yang menumpuk atau konflik pribadi.
2. Sifatnya sementara, saat situasi yang menekan telah berlalu atau selesai diatasi, respons stress biasanya mereda.
3. Menyebabkan reaksi fisiologis yang dapat menyebabkan reaksi seperti ketegangan otot, kesulitan tidur, dan denyut jantung meningkat.
Karena stress berkaitan dengan situasi yang nyata, ia sering kali bisa diatasi dengan strategi seperti istirahat, manajemen waktu, atau perubahan gaya hidup.
Apa Itu Anxiety?
Berbeda dengan stress, anxiety (kecemasan) adalah perasaan kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan yang bisa muncul bahkan tanpa pemicu eksternal yang jelas. Anxiety lebih bersifat internal dan bisa bertahan lama, bahkan setelah penyebab stress yang semula mungkin sudah hilang.
Ciri-ciri anxiety meliputi:
1. Menimbulkan worry berlebihan seperti rasa khawatir tentang kemungkinan hal buruk terjadi, terkadang tanpa alasan jelas.
2. Menyulitkan aktivitas sehari-hari yang seringkali membuat seseorang sulit untuk rileks, konsentrasi, atau tidur.
3. Durasinya lebih lama. Berbeda dengan stress yang hilang setelah penyebabnya teratasi, anxiety dapat berlangsung mingguan, bulanan, atau bahkan lebih lama.
Anxiety juga dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk gangguan kecemasan umum (Generalized Anxiety Disorder), gangguan panik, fobia sosial, dan lainnya, yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih spesifik.
Keterkaitan Stress dan Anxiety
Meskipun berbeda, stress dan anxiety sering saling berhubungan. Stress yang berkepanjangan atau tidak dikelola dengan baik dapat memicu atau memperburuk anxiety. Kondisi ini menunjukkan bahwa memahami perbedaan dan hubungan antara keduanya membantu dalam memilih strategi yang paling efektif untuk mengatasi masing-masing.
Cara Mengatasi Stress dan Anxiety Secara Perlahan dan Efektif
Mengelola stress dan kecemasan tidak perlu dilakukan sekaligus secara drastis. Perubahan kecil yang konsisten justru bisa menenangkan pikiran dan tubuh secara bertahap. Berikut beberapa cara praktis yang bisa kamu mulai satu per satu:
1. Latihan Pernapasan
Latihan pernapasan dalam bisa membantu menenangkan sistem saraf. Coba tarik napas dalam lewat hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa menit setiap hari untuk efek relaksasi.
2. Meditasi dan Mindfulness
Meditasi sederhana atau mindfulness membantu kamu fokus pada saat ini dan mengurangi pikiran yang berputar terus. Mulai dengan 5–10 menit sehari dan tingkatkan perlahan jika sudah nyaman.
3. Aktivitas Fisik
Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau bergerak secara teratur membuat tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan mood serta meredakan ketegangan.
4. Tidur yang Cukup
Tidur berkualitas membantu mental pulih dari tekanan harian. Tetapkan jadwal tidur yang konsisten dan hindari layar gadget sebelum tidur untuk memudahkan tubuh rileks.
5. Hobi dan Aktivitas Menyenangkan
Luangkan waktu melakukan hal yang kamu nikmati, seperti membaca, menggambar, atau berkebun. Ini membantu alihkan fokus dari tekanan dan meningkatkan suasana hati.
6. Batasi Kafein dan Media Sosial
Terlalu banyak kafein atau paparan media sosial bisa memperburuk rasa cemas. Batasi konsumsi kopi berlebih dan istirahat dari layar untuk memberi ruang bagi pikiran.
7. Berbagi Cerita
Berbicara dengan teman, keluarga, atau orang tepercaya tentang apa yang kamu rasakan bisa membantu meringankan beban pikiran dan memberi perspektif baru.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa mengatasi stress dan anxiety secara perlahan tanpa merasa terbebani untuk berubah drastis sekaligus. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten sering membawa dampak besar pada kesejahteraan mental.
Stress dan anxiety seringkali muncul bersamaan, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Stress adalah respon terhadap tekanan nyata, sementara anxiety adalah kecemasan berlebihan yang bisa terjadi tanpa alasan jelas dan bertahan lebih lama. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa mengenali pengalaman emosionalmu lebih akurat dan mencari strategi penanganan yang tepat untuk masing-masing kondisi.
Pilihan Editor: Benarkah Burnout Bisa Mengubah Kepribadian? Ini Kata Psikolog
CHARLIE HEALTH | MAYO CLINIC | AMERICAN PSYCHOLOGY ASSOCIATION
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































