Tanah Runtuh Hadirkan Kisah Kemanusiaan di Tengah Konflik

3 hours ago 2

RUMAH produksi Denny Siregar Production akan meluncurkan film terbarunya berjudul Tanah Runtuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Film ini berlatar konflik yang pernah melanda wilayah Poso, Sulawesi Tengah, dengan menyoroti sisi kemanusiaan dan kisah-kisah emosional masyarakat yang terdampak oleh tragedi tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sutradara Rudi Soedjarwo menegaskan film ini tidak berfokus pada konflik yang terjadi di Poso, melainkan berpusat pada hubungan emosional antarmanusia. “Sebenarnya yang kami tertarik angkat itu bukan konfliknya, justru orang-orang yang berada di dalam, di tengah-tengah itu, terutama anak-anak kecil yang terdampak,” ujar Rudi kepada Tempo pada Senin, 8 Juni 2026.

Rudi juga mengatakan bahwa sisi emosional akan muncul ketika melihat anak-anak turut menjadi korban konflik yang tidak mereka pahami, termasuk kehilangan orang tua saat kerusuhan meluas.

Film ini mengisahkan kakak beradik yang diperankan oleh Ridho Khaliq sebagai Ringgo dan Yoan Cocohamida sebagai Kai. Keduanya kehilangan sang ibu, yang diperankan oleh Sigi Wimala, saat kerusuhan terjadi. Ringgo merupakan anak dengan down syndrome, bersama Kai berjuang bertahan hidup sambil mencari ibunya di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Penonton akan diajak untuk terlibat langsung ke dalam perjalanan keduanya. Film ini juga merefleksikan hidup tentang manusia dan cinta di saat lingkungan sekitar tidak sedang baik-baik saja.

Film Tanah Runtuh dibintangi Vino G. Bastian dan Ridho Khaliq. Dok. Denny Siregar Production

Di tengah perjalan, Kai dan Ringgo bertemu dengan seorang polisi bernama Idham (Vino G. Bastian). Idham yang ditugaskan untuk melerai kerusuhan, harus rela berbagi waktu dengan Ringgo dan Kai. "Karakterku sebenarnya sebagai seorang polisi yang ditugasin ke daerah konflik itu untuk satu tugas tertentu. Tapi tiba-tiba di sana, ada satu kejadian kemanusiaan, dua anak ini, yang bikin dilema harus melakukan yang mana," tutur Vino.

Tidak hanya Vino, Sigi Wimala yang berperan sebagai Emmy, ibu dari Ringgo dan Kai, juga turut merasakan emosinya. “Di sini karakternya sebagai ibu yang kehilangan anak-anak. Aku merasa sedih, ya mimpi buruk semua ibu ketika melihat anak-anaknya enggak lagi bersama,” ujar Sigi. “Dan masalahnya adalah ketidaktahuan. Film ini konfliknya hanya sebagai latar dan yang diceritakan bukan dari bird’s eye view, jadi kami enggak tahu apa yang terjadi. Ketidaktahuan itu yang bikin seram," ujarnya.

Produser Denny Siregar mengatakan bahwa sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun. "Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," kata Denny Siregar.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |