Studi Ungkap 73 Persen Pasangan Tidak Pernah Mendiskusikan Kebutuhan Intim

3 hours ago 1

CANTIKA.COMJakarta - Banyak pasangan dewasa yang kini semakin terbuka membicarakan berbagai aspek kehidupan bersama, mulai dari karier hingga rencana masa depan. Namun, ketika percakapan bergeser ke topik seputar intimacy, tidak sedikit yang masih merasa canggung untuk mengungkapkan kebutuhan, preferensi, maupun batasan dalam hubungan mereka.

Temuan dari The Gottman Institute menunjukkan bahwa 73 persen pasangan tidak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam. Fakta ini menunjukkan bahwa meski komunikasi menjadi bagian penting dalam hubungan, topik seputar kebutuhan intim masih sering kali sulit dibicarakan secara terbuka oleh pasangan dewasa.

Melanjutkan semangat Playspace, ruang interaktif yang dihadirkan Okamoto untuk membuka percakapan seputar kesehatan seksual dan hubungan, Spill the (Safe) Tea hadir sebagai langkah berikutnya yang mendorong pasangan untuk merayakan keterbukaan. 

Berkolaborasi dengan komunitas DearMoms dan IVG, kegiatan ini melibatkan 15 pasangan dewasa dalam suasana yang hangat dan personal untuk mengeksplorasi pentingnya kenyamanan, keterbukaan, serta kesadaran yang lebih baik terhadap kebutuhan dan preferensi satu sama lain dalam hubungan intim.

Spill the (Safe) Tea dirancang sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pasangan untuk membahas berbagai aspek hubungan dan intimacy yang sering kali luput dibicarakan dalam keseharian. Mengusung konsep afternoon tea, acara ini dibuka dengan sesi refleksi ringan yang mengajak peserta melihat kembali dinamika hubungan mereka sebagai pemantik percakapan sebelum memasuki diskusi yang lebih mendalam. 

Melalui permainan pasangan dan sesi bersama sex educator, peserta diajak saling berbagi pengalaman, perspektif, serta mengeksplorasi kebutuhan, preferensi, dan kenyamanan satu sama lain. Selain itu, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai mitos yang masih berkembang seputar penggunaan kondom dan kesehatan seksual dalam suasana yang hangat, santai, dan bebas penilaian.

Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan bahwa banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan berbagai hal penting seperti keintiman dan kebutuhan emosional mereka di acara Spill the (Safe) Tea, Sabtu, 13 Juni 2026/Foto: Doc. Okamoto

Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan bahwa banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan berbagai hal penting seperti keintiman dan kebutuhan emosional mereka. Namun, sering kali mereka tidak tahu bagaimana memulainya tanpa merasa canggung, takut menimbulkan kesalahpahaman, hingga khawatir memicu respons negatif dari pasangan.

"Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan," ucapnya melalui siaran pers, Kamis, 18 Juni 2026. 

Padahal, lanjutnya komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat. Oleh karena itu, Spill the (Safe) Tea dapat menjadi ruang yang membantu pasangan membangun keberanian dan kenyamanan untuk membicarakan hal-hal yang selama ini mungkin sulit diungkapkan dalam hubungan mereka, sehingga pasangan dapat mengenal dan menghargai kebutuhan satu sama lain dengan lebih baik," jelas Febrizky.

Holly Kwan, Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd. mengatakan bahwa Spill the (Safe) Tea merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Okamoto untuk mendorong percakapan yang lebih terbuka mengenai hubungan dan keintiman. 

"Melalui Spill the (Safe) Tea, kami ingin mengajak pasangan berani membicarakan hal-hal yang sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi," jelas Holly Kwan.

Lewat inisiatif ini, pihaknya ingin menegaskan bahwa membangun hubungan yang berkualitas dan bertanggung jawab tidak hanya soal memilih proteksi yang tepat, melainkan juga tentang menciptakan kenyamanan fisik, keterbukaan, rasa saling memahami, dan kepercayaan. Melalui Spill the (Safe) Tea, Okamoto terus mendorong terciptanya ruang percakapan yang membuat topik seputar keintiman menjadi lebih terbuka, positif, dan nyaman untuk dibicarakan oleh pasangan dewasa.

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |