SUSHI salah satu makanan Jepang yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Misalnya sushi roll dengan beragam topping hingga nigiri dan sashimi. Pilihan menu yang semakin beragam membuat sushi mudah ditemukan di pusat perbelanjaan maupun restoran Jepang.
Meski begitu, masih banyak orang yang belum mengetahui cara menikmati sushi seperti yang umum dilakukan di Jepang. Tak sedikit yang langsung mencampurkan wasabi ke dalam soy sauce, menambahkan banyak bumbu pelengkap, atau bahkan memotong sushi menjadi beberapa bagian sebelum dimakan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Head Chef Genki Sushi Indonesia, Bayu Tresna Wijaya, mengatakan kebiasaan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Namun jika ingin merasakan karakter asli sushi, penggunaan bumbu tambahan sebaiknya tidak berlebihan.
"Kadang kita terlalu banyak kasih soy sauce atau togarashi. Padahal dari topping dan nasinya sendiri sebenarnya sudah enak," ujar Bayu dalam media gathering Genki Sushi Taste the World di Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juni 2026.
Keseimbangan Rasa
Menurut dia, filosofi dasar sushi adalah menikmati keseimbangan rasa dari seluruh komponen yang sudah diracik oleh chef. Karena itu, khusus untuk jenis nigiri, sushi idealnya disantap dalam satu gigitan agar rasa ikan, nasi, dan saus pelengkap dapat berpadu secara utuh.
"Untuk nigiri terutama, sebaiknya one bite. Jadi rasa topping, saus, dan nasinya bisa langsung menyatu," katanya.
Bayu menjelaskan, kebiasaan menggunakan banyak soy sauce atau mencampurkan berbagai bumbu pendamping lebih banyak ditemui di luar Jepang, termasuk di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari karakter masyarakat yang cenderung menyukai rasa yang lebih kuat.
Perbedaan preferensi tersebut juga terlihat dari perkembangan menu sushi di berbagai negara. Jika di Jepang sushi cenderung menonjolkan kesegaran bahan dan rasa asli ikan, di Indonesia menu dengan saus melimpah, tekstur renyah, hingga rasa yang lebih gurih justru lebih diminati.
"Orang Indonesia umumnya suka rasa yang lebih kuat. Karena itu biasanya ada penyesuaian pada saus atau cara pengolahannya supaya lebih cocok dengan selera di sini," ujarnya.
Menurut Bayu, karakter tersebut tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Karena itu, banyak kreasi sushi modern yang hadir dengan sentuhan saus creamy, topping yang lebih berlimpah, hingga tambahan bahan-bahan lokal yang lebih akrab dengan lidah masyarakat setempat.
Selain budaya menikmati sushi, Bayu juga membagikan tips sederhana dalam memilih ikan berkualitas. Salah satunya dengan memperhatikan warna daging tuna yang kerap digunakan dalam berbagai hidangan Jepang. Ia menjelaskan tuna yang masih segar umumnya memiliki warna merah muda hingga merah cerah yang terlihat hidup dan tidak kusam. Teksturnya juga cenderung padat serta tidak tampak lembek.
"Kualitas bahan baku itu penting karena pada akhirnya yang ingin ditonjolkan dari sushi adalah rasa asli ikannya," kata dia.
GHAEIZA KAY RASUFFI
















































