INFO TEMPO – Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia memiliki rencana kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal itu disampaikan Rektor UTAR, Professor Dato' Ewe Hong Tat saat diterima Presiden Ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Rektor UTAR mengatakan dirinya bersama delegasi baru saja bertemu dengan BRIN untuk menjajaki kerja sama di bidang riset. Atas pernyataan itu, Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN pun menyambut baik, dirinya akan meminta lembaga riset itu untuk menindaklanjuti.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, saya menyambut baik rencana kerja sama antara UTAR dan BRIN," kata Megawati yang pernah bertemu Professor Dato Ewe Hong Tat saat menerima gelar doktor kehormatan dari UTAR pada 2023.
Dalam pertemuan itu, Rektor UTAR didampingi Wakil Rektor UTAR, Zuraidah Binti Abd Manaf dan Direktur Institut Studi Pascasarjana dan Penelitian UTAR Bernard Saw Lip Huat. Sementara Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri dan Eriko Sotarduga.
Rokhmin Dahuri mengatakan, UTAR merupakan universitas swasta terkemuka di Malaysia yang fokus pada keunggulan akademik dan riset global. "Ini merupakan kunjungan kehormatan Rektor UTAR dan delegasi ke kediaman Ibu Megawati. Sekaligus menjajaki kerja sama BRIN dengan UTAR.”
Dalam pertemuan itu, Rektor UTAR sempat menyinggung soal riset mengenai pisang. “Ibu Megawati pun menjelaskan Indonesia memiliki banyak jenis pisang," kata Rokhmin. Megawati pun meminta dilakukan pembicaraan lebih mendalam soal rencana kerja sama riset tersebut.
Rokhmin menuturkan, pertemuan selama satu setengah jam itu fokus membahas rencana kerjasama antara UTAR dengan BRIN dan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Adapun rencana kerja sama meliputi kolaborasi penelitian di bidang: (1) Biodiversity, Genetic Mapping of Flora (Plants) and Fauna (Hewan), dan Biprospecting dan ekstraksi natural products (bioactive compounds) untuk industri pangan fungsional dan faramasi; (2) Pengembangan pangan lokal; (3) Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global; (4) Wastewater Treatment and Management; dan (5) Pengunaan Teknologi Untuk Energi dan Pangan berkelanjutan.
"Ibu Megawati dan Rektor UTAR mendorong pertukaran mahasiswa antara UTAR dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. Mengajak Indonesia untuk lebih aktif lagi berpartisipasi di ASEAN Academy of Engineering and Technology," kata Rokhmin.
Rokhmin, yang merupakan menteri di era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri, kemudian menyebutkan, Megawati menerima gelar doktor kehormatan dari UTAR, Selangor, Malaysia, pada 2 Oktober 2023 lalu. Ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan visioner dan kontribusinya dalam sosial-politik.
"Saat itu, Ibu Megawati menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi Sosial Bangsa Indonesia Dalam Perspektif Ideologi Pancasila," kata Rokhmin.(*)

















































