PSSI Sesalkan Kerusuhan di Laga Persipura vs Adhyaksa FC

11 hours ago 4

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyesalkan kerusuhan yang terjadi seusai laga playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa Banten FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat, 8 Mei 2026. Pertandingan itu menjadi penentu tiket promosi ke Super League musim 2026/2027.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga mengatakan kerusuhan tersebut menjadi hal yang memprihatinkan bagi sepak bola nasional. “Itu yang kami selalu bilang, sedih kalau sampai rusuh gitu,” kata Arya di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 11 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Arya mengatakan PSSI selama ini terus mengimbau suporter menjaga ketertiban dalam setiap pertandingan. Menurut dia, kekhawatiran terhadap potensi kerusuhan juga menjadi salah satu alasan pembatasan laga tandang bagi suporter. “Kami selalu bilang, tolong suporter menjaga, itu salah satu kami enggak mau away, dan itu bukan away kan,” ujar dia.

Menurut Arya, kekecewaan akibat hasil pertandingan merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar kekecewaan tidak dilampiaskan dengan tindakan anarkistis yang memicu kerusuhan. “Kecewa oke, tapi jangan sampai membuat kerusuhan seperti itu. Nanti sepak bolanya enggak sehat,” kata Arya.

Ia berharap kerusuhan di Stadion Lukas Enembe menjadi yang terakhir. Selain merusak fasilitas stadion, menurut dia, insiden tersebut juga berdampak buruk terhadap citra sepak bola Indonesia. “Ini merugikan semua, termasuk sepak bola,” ujar Arya.

Arya menilai kerusuhan pascalaga Persipura kontra Adhyaksa juga akan menjadi perhatian Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Menurut dia, insiden seperti itu dapat memengaruhi kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai calon tuan rumah turnamen besar. “Apalagi kita pengen target mau tuan rumah ini, tuan rumah itu. Bagaimana nanti mau dipercaya kalau kita ada hal-hal seperti itu,” kata dia.

Meski demikian, Arya mengatakan hingga kini belum ada teguran dari FIFA terkait kerusuhan tersebut. “Belum ada (teguran FIFA), makanya kami bilang, jangan dibuat seperti itu,” ujar dia.

Kerusuhan terjadi seusai pertandingan playoff Pegadaian Championship antara Persipura dan Adhyaksa Banten FC di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026. Aparat kepolisian mengevakuasi pemain dan ofisial Adhyaksa di tengah kericuhan suporter.

Adhyaksa memastikan promosi ke Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Persipura. Kekalahan itu memicu kemarahan suporter tuan rumah yang diwarnai aksi perusakan fasilitas stadion dan pembakaran kendaraan di sekitar lokasi pertandingan.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |