Erick Thohir Target Tambah 300 Pelatih Olahraga Disabilitas

12 hours ago 4

MENTERI Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menargetkan penambahan 300 pelatih olahraga disabilitas tersertifikasi untuk memperkuat pembinaan atlet paralimpiade di daerah. Program itu dimulai melalui kegiatan "Kick Off Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA" di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, 11 Mei 2026.

Erick mengatakan keberadaan pelatih menjadi faktor penting dalam mencetak atlet disabilitas berprestasi. Menurut dia, pembangunan atlet di daerah tidak akan berjalan optimal tanpa didukung tenaga kepelatihan yang memahami karakter olahraga disabilitas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Penting sekali dalam menciptakan banyak atlet itu perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” kata Erick kepada wartawan seusai acara, Senin, 11 Mei 2026.

Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) menyiapkan sertifikasi bagi 200 peserta pelatih pada tahap awal program. Erick menyebut jumlah tersebut masih akan ditambah menjadi 300 pelatih. “Hari ini jumlahnya 200. Tidak cukup. Kita akan coba lagi nanti tambah 100 dan kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah,” ujar dia.

Erick berharap program itu berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti meski terjadi pergantian pimpinan kementerian. Menurut dia, kebutuhan pelatih olahraga disabilitas di Indonesia masih sangat besar. Ia menyebut jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,9 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 11 persen atau lebih dari dua juta orang memiliki minat berolahraga. “Kalau dua juta lebih memerlukan pelatih, perlu berapa banyak pelatihnya? Nah ini yang harus kita cukupi,” kata Erick.

Menurut Erick, kebutuhan pelatih olahraga disabilitas tidak hanya untuk pembinaan atlet paralimpiade, tetapi juga diperlukan di sekolah-sekolah. Ia mengatakan program tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kelompok disabilitas sebagaimana tercantum dalam program prioritas Presiden.

Chef de Mission NPC Indonesia Reda Manthovani mengatakan NPC mulai membangun sistem basis data atlet dan pelatih disabilitas melalui program “Jaga Inklusi Juara”. Menurut dia, database itu akan digunakan untuk memantau atlet aktif, mencari bibit baru, hingga menyiapkan masa pensiun atlet paralimpiade. “Kami juga bisa melihat nanti atlet mana yang baru muncul, aktif, dan yang kira-kira akan selesai. Nanti kita arahkan mengikuti ToT ataupun punya minat lain di bidang seni,” kata Reda.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung itu mengatakan sistem tersebut juga memungkinkan pemantauan latihan jarak jauh dari daerah melalui aplikasi digital yang terhubung dengan pusat pelatihan nasional NPC Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menyebut program pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah mendasar dalam pembangunan olahraga disabilitas nasional. “Ini salah satu karya Kemenpora yang luar biasa. Baru kali ini ada karya seperti ini di Kemenpora,” kata Senny.

Ia memastikan persiapan atlet menuju ASEAN Para Games berjalan sesuai rencana. Menurut dia, dukungan anggaran untuk pengiriman atlet maupun pelatihan nasional telah tersedia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |