Bali Ocean Days 2026 Menutup Kebocoran Sampah di Laut

13 hours ago 7

Info Event-Salah satu momen penting dalam Bali Ocean Days (BOD) 2026 pada 30–31 Januari di InterContinental Bali Resort, Jimbaran adalah kehadiran SEA-MaP (Southeast Asia Regional Program on Combating Marine Plastics) sebagai side event resmi.

Program yang didukung Bank Dunia, ASEAN dan GIZ ini tidak berbicara tentang bersih-bersih pantai, tetapi tentang arsitektur kebijakan regional. Yakni bagaimana negara-negara Asia Tenggara menyelaraskan regulasi, pembiayaan, dan standar teknis untuk menutup kebocoran sampah dari hulu ke hilir.

Kehadiran SEA-MaP di Jimbaran menandai pergeseran penting: isu sampah laut tidak lagi diperlakukan sebagai proyek komunitas atau CSR, melainkan sebagai persoalan tata kelola ekonomi dan kebijakan lintas negara.

Berbeda dari banyak forum kebijakan yang berhenti di presentasi, Bali Ocean Days 2026 yang bertema Navigating Solutions for a Regenerative Ocean Future juga membuka ruang eco-showcase dari start-up dengan catatan pencapaian.

Di sini, peserta akan bertemu langsung dengan 16 pelaksana di lapangan. Mereka antara lain Parongpong RAW Lab yang mendaur ulang jaring hantu jala nelayan dan Shiva Industries yang mengolah sampah organik hotel dalam 24 jam. Lalu MDPI yang menguatkan nelayan kecil lewat sistem ketertelusuran, dan Handprint yang menghubungkan transaksi bisnis dengan pembiayaan restorasi ekosistem.

Ini bukan pameran teknologi. Ini uji realitas kebijakan: mana yang bisa direplikasi, mana yang bisa dibiayai, dan mana yang bisa masuk ke sistem negara.

Ada enam tema Bali Ocean Days yakni negara kepulauan, sains dan tehnologi, pariwisata, perikanan, masyarakat pesisir, hingga sampah. Jika ditarik ke satu garis, keenam tema itu berbicara tentang satu hal: krisis tata kelola pembangunan di ruang pesisir dan laut. Bukan krisis kekurangan ide atau krisis kekurangan data. Tapi krisis menghubungkan keputusan dengan pelaksanaan.

Iklan

Forum ini mendorong lahirnya Coral Emergency Declaration sebagai penanda perlindungan terumbu karang telah memasuki fase tindakan darurat, bukan lagi sekadar wacana konservasi jangka panjang.

Deklarasi ini menegaskan bahwa kawasan-kawasan utama terumbu karang seperti Bali, Komodo, Raja Ampat, Banda, Bunaken, Wakatobi, Alor, Derawan, dan Lembeh kini berada di bawah tekanan serius akibat akumulasi aktivitas pariwisata laut dan pelayaran yang telah melampaui daya dukung ekosistemnya.

Sebagai instrumen advokasi bersama para pemangku kepentingan, deklarasi ini mendorong reformasi tata kelola yang mencakup penerapan standar berlabuh tanpa jangkar, kewajiban pengelolaan limbah kapal, dan perluasan infrastruktur tambat. Berikutnya kewajiban briefing lingkungan bagi operator, penguatan pengawasan dan penegakan hukum, mekanisme sanksi dan pertanggungjawaban, serta pengaturan jumlah kunjungan berbasis daya dukung ekosistem.

Di akhir forum dua hari di Jimbaran itu, Sky Blue Sea Foundation Trophy of Honor akan diberikan kepada Sir David Attenborough. Matt Fraser yang mewakili Minderoo Foundation, akan menerima penghargaan tersebut.

Minderoo Foundation adalah organisasi filantropi asal Australia yang mendukung film Ocean with David Attenborough sebagai penyandang dana, produser eksekutif, dan mitra advokasi. Film tersebut akan diputar sebagai penutup acara.

Simbolismenya kuat. Tapi pertanyaan sebenarnya ada di luar panggung: Setelah semua pidato selesai, siapa yang memastikan kebijakan benar-benar turun ke lapangan? Bali Ocean Days 2026 mencoba menjawabnya dengan satu cara: memaksa mereka yang biasanya bekerja terpisah untuk duduk di satu meja - dan bertanggung jawab bersama.(*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |