Makna Batik Esther dan Christy no na di Gold Gala 2026, Simbol Kekuatan dan Keteguhan

2 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Penampilan anggota grup no na mencuri perhatian di Gold Gala 2026, Amerika Serikat, 9 Mei 2026. Mereka berempat, Baila Fauri, Esther Geraldine, Christy Gardena, dan Shazfa Adesya bergaya stand out dalam sentuhan wastra Nusantara. Dua member no na, Esther dan Christy terlihat berbalut kain batik. Nah, corak batik apa yang mereka kenakan dan seperti apa makna di baliknya? Yuk, kita deep dive bareng-bareng pandangan mata dari Sally Giovanny, pendiri Batik Trusmi.

Esther Geraldine Memakai Batik Sogan

Menurut Sally, sapaan akrabnya, bawahan kain batik yang dipakai Esther tampak seperti batik Sogan dengan motif Gurdo modern.

"Warna dominan cokelat keemasan dan hitamnya khas batik sogan klasik Jawa, terutama gaya Solo–Yogyakarta," ujarnya saat dihubungi Cantika via aplikasi percakapan, Senin, 11 Mei 2026.

"Untuk motifnya, saya lihat ada ornamen yang menyerupai bentuk sayap dan elemen simetris khas Gurdo (garuda), walaupun kemungkinan ini sudah dikombinasikan dengan motif lain dan dibuat lebih modern," tambahnya. 

Menurut Sally, motif Gurdo pakem Keraton murni karena biasanya identik dengan bentuk sayap garuda dan simbol kebesaran.

Dari segi makna, menurut Sally, corak Sogan Gurdo melambangkan kewibawaan, kekuatan, dan perlindungan. "Unsur gurdo atau garuda merepresentasikan kemuliaan dan kebesaran, sementara warna sogan khas Jawa memberi kesan hangat, elegan, dan sarat nilai tradisi," jelasnya.

Christy Gardena Berbalut Kain Batik Parang Modern

Sementara itu, selendang kain batik yang dipakai Christy terlihat seperti batik motif parang lereng modern.

"Sangat mirip dengan motif batik parang lereng modern. Ciri khasnya ada pola diagonal berulang (lereng) yang menjadi identitas utama motif parang. Bentuk lengkung memanjang seperti huruf S tersusun miring, itu khas keluarga motif parang," rincinya kepada Cantika.

Dari segi warna, kain batik hitam-coklat krem tersebut masih termasuk nuansa klasik Jawa, meski lebih kontemporer dan bold.

Sally juga menegaskan, corak di kain batik tersebut bukan parang pakem. "Motif di foto ini kemungkinan bukan parang rusak pakem keraton, melainkan reinterpretasi/desainer dari parang lereng dengan pola yang diperbesar dan dibuat lebih fashion-forward," ungkapnya.

Adapun dari segi makna, Sally menjelaskan motif parang lereng melambangkan semangat, keteguhan, dan kesinambungan dalam hidup. Pola diagonalnya menggambarkan perjalanan hidup yang terus bergerak maju dengan keberanian dan ketegasan.

Meaningful banget kain batik yang dipakai Esther dan Christy no na. You go girl!

Pilihan Editor: Gaya Fashion Member No Na Berbatik, Padu Padan Crop Top dan Skirt Denim

SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |