Cerita Saksi soal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

4 hours ago 1

KECELAKAAN antara Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 26 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB. Insiden tabrakan ini menimbulkan kepanikan di antara penumpang, terutama di gerbong bagian belakang KRL.

Salah satu penumpang, Munir, mengungkapkan peristiwa bermula saat KRL yang ditumpanginya berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, rute kereta yang ditumpanginya dari arah Jakarta menuju Cikarang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurutnya, KRL sempat berhenti karena adanya gangguan karena ada kereta yang dari arah berlawanan, mengalami insiden tabrakan dengan sebuah mobil taksi. Di saat sedang berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang langsung menghantam rangkaian KRL.

“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” ujar Munir di lokasi kejadian.

Benturan keras membuat gerbong paling belakang KRL mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang dilaporkan terjepit di dalam rangkaian yang ringsek. Munir yang berada di gerbong keempat dari belakang mengaku langsung berusaha menyelamatkan diri sesaat setelah benturan terjadi.

“Banyak korban di dalam terjebak. Kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong,” kata Munir.

Di kesempatan terpisah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, total korban luka kecelakaan kini mencapai 74 orang dan telah dirawat di sejumlah rumah sakit. “Posisi terakhir 59 dirawat di RSUD, 12 di RS Primaya, dan 3 di RS Bella,” ujar dia kepada wartawan, Selasa.

Selain korban luka, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak empat orang. Seluruh jenazah juga telah dibawa ke rumah sakit. “Di RSUD ada tiga korban meninggal, dan satu di RS Bella,” ucap Tri.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menuturkan, saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. "Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |