WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya merespons isu yang menyebut dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Agung. Ia secara tidak langsung membantah kabar tersebut dengan menunjukkan dirinya tidak sedang ditahan.
“Respons saya, hari ini saya ada di sini berbicara dengan rekan-rekan,” kata Sony kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Namun, Sony tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal isu tersebut. Ia langsung pamit meninggalkan lokasi setelah memberikan pernyataan singkat.
Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa penyidik Kejaksaan Agung menyasar mantan perwira tinggi Polri itu dalam operasi tangkap tangan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membantah kabar tersebut. “Tidak ada,” kata Anang saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Kamis sore, 21 Mei 2026.
Pada malam harinya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi juga menepis isu tersebut. “Tidak ada, ya,” ujar Syarief seusai konferensi pers di depan Gedung Bundar Jampidsus.
Profil Sony Sonjaya
Sony Sonjaya lahir di Bandung, 20 Oktober 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan dikenal aktif di bidang reserse.
Selama berkarier di kepolisian, Sony pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kapolres Majalengka, Kapolres Bandung, dan Kapolres Simalungun. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat dan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Polri.
Selain itu, Sony pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh pada 2020. Setahun kemudian, ia menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus di wilayah yang sama.
Presiden menunjuk Sony sebagai Wakil Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian. Presiden melantik Sony pada September 2025.
Sebelum menjabat Wakil Kepala BGN, Sony menduduki kursi Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN. Ia mulai berkarier di lembaga tersebut pada Januari 2025.
Pilihan Editor: Mengapa Nilai Barang Sitaan Kejaksaan Agung Menyusut


















































