DANAMART meluncurkan transaksi percontohan (pilot) blended finance melalui platform securities crowdfunding berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) pada Kamis, 9 April 2026. Platform ini berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan bahwa skema ini bukan pendekatan filantropi biasa, melainkan upaya membangun struktur pembiayaan yang layak diinvestasikan. “Ini bukan tentang amal, ini tentang membangun struktur yang layak untuk diinvestasikan,” ujarnya di kantornya, Jakarta Pusat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Melalui pendekatan blended finance, kata Patrick, modal filantropi diubah menjadi modal katalitik yang berfungsi menyerap risiko tahap awal sehingga dapat membuka partisipasi investor swasta yang lebih luas.
Transaksi pilot ini menggunakan struktur permodalan berlapis (layered capital structure). Dalam skema ini, yayasan memberikan perlindungan kerugian pertama (first-loss protection) untuk memperbaiki profil risiko investasi secara keseluruhan. Dengan struktur tersebut, investor ritel maupun institusional dapat berpartisipasi melalui platform Danamart yang telah teregulasi.
Seluruh efek yang diterbitkan dikelola dalam infrastruktur resmi pasar modal Indonesia, termasuk melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), untuk memastikan aspek transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor.
Peluncuran ini ditandai dengan seremoni penandatanganan yang dihadiri oleh investor, donor, dan pengembang proyek. Model ini dirancang agar dapat diperluas untuk mendukung pengembangan blended finance dan mempercepat praktik impact investing di berbagai sektor.
Skema pembiayaan ini mempertemukan modal filantropi, investor swasta, dan pengembang proyek dalam satu struktur. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjawab kesenjangan pembiayaan pada sektor-sektor berdampak tinggi yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dari United Nations, seperti pertanian berkelanjutan, akses air bersih, dan energi terbarukan.
Dia menjelaskan bahwa inisiatif ESG yang dijalankan masih berada pada tahap awal, namun telah menunjukkan sejumlah dampak terukur. Hingga saat ini, proyek yang difasilitasi melalui platform tersebut disebut telah berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan bagi sekitar tujuh ribu orang, pengurangan sekitar 11 ribu ton emisi CO, penciptaan sekitar tiga ribu lapangan kerja, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi sekitar 12 ribu orang.
Selain itu, proyek-proyek tersebut juga disebut turut mendorong perluasan akses pendidikan, dukungan bagi komunitas yang kurang terlayani, penguatan kemitraan, serta pengembangan solusi energi bersih. Dampak tersebut merupakan akumulasi dari proyek yang telah dibiayai dan difasilitasi melalui platform Danamart.


















































