Rodri Tak Terbebani Status Favorit Juara Piala Dunia 2026

2 hours ago 3

KAPTEN tim nasional Spanyol Rodri mengatakan status favorit juara Piala Dunia 2026 tidak memberikan tekanan tambahan bagi timnya. Menurut dia, label tersebut hanyalah penilaian dari luar dan tidak akan memengaruhi persiapan La Roja menghadapi turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Saya rasa itu bukan sesuatu yang benar-benar berdampak besar kepada kami para pemain. Saya rasa tidak banyak yang menjagokan kami sebelum Euro, tetapi kami berhasil menjuarainya," kata Rodri kepada FIFA, Ahad, 31 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Euro 2024 dan UEFA Nations League. Kondisi itu membuat tim asuhan Luis de la Fuente masuk dalam daftar unggulan untuk merebut gelar juara dunia. "Sekarang tampaknya kami dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Namun, itu sama sekali tidak memengaruhi apa pun. Itu hanyalah opini pribadi, sebuah penilaian," ujar gelandang Manchester City tersebut.

Peraih Ballon d'Or 2024 itu menilai Piala Dunia merupakan turnamen yang sulit diprediksi. Menurut dia, konsistensi sepanjang kompetisi menjadi faktor utama untuk meraih gelar juara. "Tim yang sangat difavoritkan bisa saja melangkah jauh tetapi gagal tampil baik, dan sebaliknya juga bisa terjadi. Anda harus menjaga tekad dan konsistensi sepanjang turnamen dan, yang terpenting, menyadari bahwa satu hari buruk saja bisa membuat Anda langsung tersingkir," kata pemain berusia 29 tahun tersebut.

Rodri berambisi membawa Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2010. Gelar itu akan melengkapi koleksi trofi internasionalnya setelah memenangkan Euro dan UEFA Nations League bersama La Furia Roja.

Dalam kesempatan yang sama, Rodri menyebut generasi emas Spanyol yang menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 sebagai tim terbaik sepanjang masa. Generasi tersebut diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Xabi Alonso, Andres Iniesta, David Villa, dan Fernando Torres.

"Sulit bagi saya untuk mengatakan bahwa kami bisa melampaui mereka, karena saya benar-benar percaya bahwa mereka adalah generasi terbaik sepanjang masa," ujar Rodri. "Tidak ada tim lain yang mampu memenangkan gelar Piala Eropa UEFA dua kali dan satu Piala Dunia."

Rodri juga mengenang momen ketika menyaksikan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010. Saat itu ia berusia 14 tahun dan sedang mengikuti program belajar bahasa Inggris di Connecticut, Amerika Serikat.
Ia mengaku memohon kepada para pengajar di kamp tempatnya tinggal agar diizinkan menonton laga final antara Spanyol dan Belanda. "Di sanalah saya, di tengah hutan, menyaksikan Spanyol menjadi juara dunia. Saat Andres Iniesta mencetak gol, saya langsung berdiri dan berlari ke mana-mana. Tidak ada seorang pun yang mengerti mengapa saya begitu bahagia dan berteriak sekeras mungkin," kata Rodri.

Meski mengagumi generasi pendahulunya, Rodri menilai tim Spanyol saat ini tengah membangun sejarahnya sendiri. Ia berharap La Roja dapat menambah prestasi dengan menjuarai Piala Dunia 2026. "Saya pikir tim saat ini sedang menempuh jalannya sendiri. Kami memenangkan UEFA Nations League dan Piala Eropa, dan sekarang kami akan menghadapi tantangan terbesar dari semuanya, yaitu memenangkan Piala Dunia," ujar dia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |