Kemhan soal Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Qatar: Masih Penjajakan

1 hour ago 4

KEMENTERIAN Pertahanan menandatangani dokumen kerja sama pertahanan dalam kunjungan Menteri Pertahanan merangkap Deputi Perdana Menteri Qatar, Sheiks Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait, mengatakan kerja sama industri pertahanan ini dituangkan dalam nota kesepahaman antara Barzan Holdings dengan industri lokal melalui Kepala Bagian Logistik Pertahanan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kerja sama industri pertahanan sifatnya masih penjajakan, belum binding," kata Rico di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa, 2 Juni 2026.

Dalam rencana kerja sama pertahanan Indonesia-Qatar, terdapat pengembangan industri pertahanan dalam negeri yang berkaitan dengan produksi alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI Angkatan Darat dan Laut.

Rico tak membantah ihwal rencana tersebut. Ia mengatakan, kerja sama di bidang industri pertahanan sebagaimana yang disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memang melingkupi matra darat dan laut.

Namun, kata dia, dalam rencana kerja sama ini Kementerian Pertahanan belum melakukan pembahasan secara lebih jauh, termasuk soal pengadaan tank Rabdan untuk prajurit Marinir maupun kendaraan nirawak bawah air.

"Pembahasannya belum sejauh itu, sifatnya masih umum," ujar Rico.

Selain di bidang industri pertahanan, kerja sama yang ditandatangani Indonesia dengan Qatar hari ini melingkupi pula kerja sama di bidang latihan, pendidikan militer, peningkatan sumber daya manusia pertahanan, serta dialog strategis.

Rico menjelaskan, penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan pertahanan antar kedua negara untuk semakin terstruktur, saling menguntungkan, dan dapat diimplementasikan dalam program yang lebih nyata.

"Kami memandang hubungan Indonesia dengan Qatar memiliki nilai strategis yang penting," ucapnya.

Adapun, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, kunjungan ini merupakan kegiatan balasan dari persamuhan yang terjadi di Qatar, 12 April tahun lalu.

Berdasarkan pengamatan Tempo, penyambutan kunjungan Sheikh Saoud bin Abdurrahman diawali dengan kegiatan upacara yang digelar prajurit TNI di lapangan Kantor Kementerian Pertahanan. 

Pertemuan ini berlangsung sekitar 90 menit dengan ditutup agenda pengawalan Sheikh Saoud bin Abdurrahman oleh Korps Wanita Polisi Militer dari tiga matra TNI.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |