Rupiah Tertekan, Perbanas: Perbankan dalam Kondisi Sehat

6 hours ago 4

KETUA Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengatakan industri perbankan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sehat dan resilien. Menurutnya, industri perbankan memiliki kapasitas memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

Adapun rasio kecukupan modal (CAR) pada April 2026 berada di level 23,97 persen. Sementara rasio Loan to Deposit (LDR) sebesar 86,88 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) 2,17 persen. “Selama lebih dari dua dekade terakhir, sektor perbankan telah mengalami transformasi yang signifikan, baik dari sisi regulasi, pengawasan, tata kelola, manajemen risiko, maupun permodalan,” kata Hery kepada Tempo pada Senin, 15 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hery menyatakan bahwa berbagai reformasi pascakrisis telah memperkuat daya tahan sistem keuangan nasional, termasuk penerapan manajemen risiko yang lebih ketat, pengawasan berbasis risiko, stress test secara berkala, serta keberadaan berbagai instrumen mitigasi risiko dan jaring pengaman sistem keuangan. Perbankan nasional, kata dia, telah memiliki pengalaman dalam menghadapi periode tekanan, mulai dari krisis keuangan global 2008 sampai pandemi COVID-19.

Direktur Utama BRI itu juga menilai pelemahan rupiah saat ini tidak bisa disamakan dengan yang terjadi pada saat krisis moneter 1998. Sebab, krisis finansial pada periode 1997-1998 tidak semata-mata disebabkan oleh pelemahan nilai tukar. Pada 1998, pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan tekanan yang sangat dalam pada perekonomian nasional.

Ketika itu, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga 13,1 persen, inflasi melonjak hingga 58,5 persen, cadangan devisa berada pada level yang terbatas sekitar US$ 17 miliar, serta rasio kredit bermasalah di sektor perbankan mendekati 60 persen. “Dengan demikian, krisis tersebut tidak hanya merupakan krisis nilai tukar, tetapi juga krisis kepercayaan terhadap sistem keuangan, sektor perbankan, dan perekonomian secara keseluruhan,” ujar Hery.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |