KEPOLISIAN buka suara menanggapi pernyataan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Sebelumnya, Febrie membantah dugaan keterlibatannya dalam perkara korupsi yang tengah diusut Polri.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan pihaknya tidak akan mengomentari polemik yang muncul setelah pernyataan Febrie. "Kami di sini tidak membahas pernyataan yang disampaikan oleh Jampidsus," ujar Budi pada Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Budi, penyidik tetap melanjutkan penyidikan perkara tersebut. Hingga kini, penyidik telah memeriksa 15 saksi dan masih membuka kemungkinan memeriksa saksi lain.
Budi juga mengatakan kepolisian berencana memanggil Febrie untuk memberikan keterangan terkait perkara tersebut. "Rencananya setelah hasil penyidikan dan gelar perkara," kata Budi dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya.
Namun, Budi belum merinci jadwal pemeriksaan Febrie. "Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan mengenai kapan akan dilakukan pemanggilan, termasuk perkembangan perkara," ujarnya.
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan rangkaian penggeledahan selama tiga hari. Hingga kini, penyidik telah menggeledah 13 lokasi.
Penggeledahan itu berkaitan dengan tiga perkara dugaan korupsi. Pertama, dugaan suap di PT Asabri. Kedua, dugaan korupsi dalam pasokan batu bara yang diduga menyebabkan padamnya listrik atau blackout di Sumatera. Ketiga, dugaan korupsi di PT Krakatau Steel.
Di sisi lain, Febrie Adriansyah membantah terlibat dalam perkara korupsi yang tengah diusut polisi. “Saya juga tidak paham ada keterkaitan Jampidsus dengan (korupsi) blackout,” katanya dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2026.
Febrie juga membantah memiliki keterkaitan dengan Kafe de'Clan Signature, salah satu lokasi yang digeledah penyidik. "Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang telah diberitakan di media sosial, seperti di Cipete," ujar Febrie kepada wartawan.















































