REAKSI global mulai muncul menyusul kesepakatan damai Amerika Serikat-Iran untuk menghentikan pertempuran yang telah berlangsung selama hampir empat bulan.
Kesepakatan damai yang disepakati pada Ahad 14 Juni 2026 itu menghentikan blokade AS terhadap Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, yang berpotensi menyebabkan penurunan harga energi setelah pengiriman minyak dilanjutkan melalui jalur air penting tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Para pemimpin dunia menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan harapan untuk penyelesaian yang langgeng.
Sekjen PBB
Sekretaris Jenderal PBB (Sekjen PBB) Antonio Guterres melalui juru bicaranya mengatakan,"Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati perjanjian perdamaian yang segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut. Ini merupakan langkah penting menuju penyelesaian konflik secara damai."
Prancis, Inggris, Jerman, Italia
Pemimpin Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia dalam pernyataan bersama pada Senin 15 Juni 2026 menyambut baik pengumuman nota kesepahaman baru antara AS dan Iran. Mereka menyebutnya sebagai terobosan diplomatik dan mendesak implementasinya secara cepat dan komprehensif.
"Kami menyambut dengan hangat pengumuman nota kesepahaman antara AS dan Iran. Kami mengucapkan selamat kepada Amerika Serikat, pemerintah Iran, dan semua pihak yang terlibat, termasuk Pakistan, Qatar, dan semua mediator lainnya, atas terobosan diplomatik ini," kata pernyataan itu seperti dilansir Anadolu.
Para pemimpin menggambarkan perjanjian tersebut sebagai peluang untuk memulihkan stabilitas regional dan mendukung ekonomi global. Mereka menekankan pentingnya menyelesaikan negosiasi terperinci dan mengimplementasikan kesepakatan tersebut sepenuhnya.
"Sekarang sangat penting bahwa negosiasi terperinci diselesaikan dan perjanjian ini diimplementasikan dengan cepat dan komprehensif. Kami siap mendukung upaya tersebut," kata mereka.
Pernyataan itu juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dengan "kebebasan navigasi tanpa syarat dan tanpa batasan," menggambarkan langkah tersebut sebagai hal yang penting.
Keempat negara tersebut menyatakan kesediaan mereka untuk berkontribusi pada tujuan tersebut. Ini termasuk melalui "misi yang sepenuhnya defensif dan independen" yang bertujuan untuk meyakinkan pelayaran komersial dan melakukan operasi pembersihan ranjau, sesuai dengan persyaratan konstitusional masing-masing negara.
Para pemimpin tersebut menegaskan kembali posisi mereka bahwa "Iran tidak boleh pernah memperoleh senjata nuklir." Mereka mengatakan siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan tujuan tersebut tercapai.
Mereka juga mengisyaratkan kesediaan untuk melonggarkan sanksi terkait jika Iran mengambil "langkah-langkah yang jelas dan dapat diverifikasi" terkait program nuklirnya.
Pernyataan tersebut mengatakan Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia akan terus bekerja sama erat dengan AS, Iran, dan mitra regional untuk mempertahankan momentum menuju penyelesaian diplomatik jangka panjang.
Keempat pemimpin tersebut juga menegaskan kembali dukungan mereka untuk stabilitas, kedaulatan, dan integritas teritorial Libanon, menekankan pentingnya mempertahankan "gencatan senjata yang kuat."
Australia
Sementara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa pemerintahnya menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Australia telah lama menyerukan de-eskalasi dan pengakhiran konflik, termasuk di Libanon. Seperti yang telah kami katakan, semakin lama perang ini berlangsung, semakin besar dampaknya. Sikap menahan diri dan keterlibatan konstruktif yang berkelanjutan akan sangat penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengamankan kesepakatan yang langgeng."
Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambutnya sebagai "perkembangan penting". Ia menyatakan harapan untuk masa depan.
"Saya sangat berharap bahwa berita ini, yang telah lama dibutuhkan seluruh dunia, akan membuka jalan bagi terciptanya lingkungan perdamaian dan keamanan yang langgeng di kawasan kita," kata Erdogan seperti dilansir Mint.
Namun, ia memperingatkan terhadap provokasi.
India
India menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam pengarahan antar-kementerian di New Delhi menyatakan harapan bahwa gencatan senjata tersebut akan mengarah pada perdamaian abadi di kawasan itu.
Selandia Baru
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan bahwa kesepakatan penting dan konstruktif ini merupakan langkah menuju pengurangan ketegangan dan peningkatan stabilitas di kawasan.
"Hal ini sangat penting bagi keamanan ekonomi global. Dialog dan diplomasi tetap menjadi cara paling efektif untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung lama."
Kesepakatan Damai
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kesepakatan perdamaian diumumkan dengan Iran, yang oleh Wakil Presiden AS JD Vance digambarkan sebagai pencapaian besar bagi Amerika Serikat.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan pada Senin pagi bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian setelah negosiasi intensif, dengan kedua pihak menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Libanon.
"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," kata Sharif dalam sebuah unggahan di platform media sosial AS X.
Ia menambahkan bahwa "kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Libanon."
Menurut Sharif, upacara penandatanganan resmi dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat 19 Juni 2026 di Swiss.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Ahad bahwa kesepakatan dengan Iran telah diselesaikan dan mengatakan bahwa ia mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!", demikian pernyataan Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.
Trump juga memberi sinyal dimulainya kembali lalu lintas maritim dan pengiriman energi melalui jalur air strategis tersebut, dengan menulis: "Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"
















































