Potensi Hujan Sepekan ke Depan, BMKG Minta 2 Daerah Siaga

8 hours ago 2

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memberikan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk daerah Jawa Barat dan Sulawesi Tengah periode 10-16 April 2026. Keduanya diminta 'Siaga' selama sepekan penuh ke depan.

Beberapa daerah lainnya diminta siaga potensi hujan yang sama untuk periode 10-12 April atau 13-16 April saja. Mereka antara lain Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur untuk periode yang pertama. Sedangkan Sulawesi Barat dan Papua Pegunungan untuk periode kedua.

Selain siaga menghadapi hujan lebat-sangat lebat, peringatan dini angin kencang juga diberikan BMKG untuk Sumatera Barat dan sejumlah daerah di tanah Papua.

Menurut BMKG, dalam sepekan ke depan, pola hujan di Indonesia belum akan mendapat pengaruh signifikan dari fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) maupun Dipole Mode Index (DMI). Keduanya disebutkan masih berada pada fase netral.

Berbeda dengan Monsun Australia yang dipantau BMKG semakin kuat dan diprakirakan tetap dominan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering. Sejalan dengan itu, hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Meski demikian, keterangan dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG itu menambahkan, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), misalnya, diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, perairan selatan Banten, dan perairan utara Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut. 

Di samping itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprakirakan aktif di sebagian wilayah Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua. Sementara itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprakirakan aktif melintasi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Papua. 

Selain itu, sirkulasi siklonik juga berpotensi muncul di Samudra Hindia barat daya Banten dan Laut Banda. Keberadaan sistem-sistem ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah terdampak. "Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer juga terpantau oleh BMKG cukup kuat di sejumlah daerah, sehingga semakin mendukung proses konvektif."

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |