Peserta TKA Cerita Sempat Takut untuk Jalani Ujian

2 hours ago 2

PESERTA tes kemampuan akademik (TKA) dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, menyampaikan bagaimana perasaannya saat menjalani TKA. Peserta itu adalah, Heiba Anindya. Murid kelas sembilan itu menyatakan sempat takut dan khawatir sebelum mengikuti TKA.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Jujur, awalnya takut dan deg-degan. Karena ini pengalaman baru bagi kami,” kata Heiba, dikutip dari keterangan resmi Kemendikdasmen pada Senin, 6 April 2026. Meski ada perasaan khawatir, Heiba mengaku penasaran dengan soal-soal yang akan dihadapi saat ujian.

Dia sebelumnya sempat mendengar kabar dari peserta TKA di jenjang SMA sederajat yang mengatakan soal-soal yang diujikan sulit. “Cerita kakak kelas ada yang bilang sulit, ada juga yang bilang mudah,” ujarnya.

Untuk menghadapi ujian, Heiba mengatakan sudah menyiapkannya dengan matang. Persiapan untuk menghadapi TKA itu, kata dia, sudah dilakukannya sejak beberapa bulan sebelum TKA digelar. “Saya mulai belajar dari bulan Desember secara bertahap,” kata dia.

Pada pekan terakhir sebelum TKA dilaksanakan, Heiba semakin intens belajar untuk memaksimalkan persiapan. Selama proses belajar itu, Heiba juga didukung oleh orang tuanya.

Bagi dia, dukungan dari orang tua sangat berarti dan memberi kekuatan untuk dia menghadapi ujian. “Orang tua juga membantu saya belajar dan menyediakan buku-buku latihan. Jadi saya merasa lebih siap,” tutur dia.

Meski TKA tidak menentukan kelulusan, Heiba tetap berupaya memberikan hasil terbaik. “Walaupun TKA tidak menentukan lulus atau tidak, saya tetap ingin memberikan yang terbaik dan mendapatkan hasil maksimal,” kata Heiba.

Kepala SMP Negeri 2 Curug, Purwaningsih, menyampaikan pelaksanaan hari pertama TKA di sekolahnya berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah pada sesi pertama berjalan lancar. Kami menggunakan tiga ruang dengan masing-masing sekitar 20 peserta, sehingga total 60 siswa per sesi. Hari ini dilaksanakan dalam tiga sesi,” ujarnya.

Purwaningsih menambahkan bahwa tidak terdapat kendala teknis selama pelaksanaan, baik dari sisi jaringan maupun sistem. “Seperti yang terlihat, tidak ada kendala. Jaringan berjalan baik dan token juga keluar sesuai waktu yang ditetapkan. Mudah-mudahan sampai hari terakhir tetap lancar,” kata dia.

Terkait persiapan siswa, Purwaningsih juga menuturkan bahwa sekolah mendorong siswa untuk beradaptasi dengan karakter soal TKA. “Kami hanya mengimbau siswa untuk membiasakan diri dengan soal-soal TKA. Tidak ada bimbingan khusus, karena kami ingin siswa beradaptasi secara alami. Guru juga mulai menyusun soal serupa agar siswa terbiasa,” ucapnya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |