Studi Monash University: Evolusi Ikan Bisa Rugikan Nelayan

2 hours ago 1

MODEL penelitian terbaru dari Monash University memperkirakan perubahan iklim akan menggerus stok ikan di berbagai belahan dunia. Krisis lingkungan mempengaruhi hasil tangkapan ikan dan mengancam ketahanan pangan.

Merujuk keterangan resmi dari Monash University, Selasa 2 Juni 2026, riset terbaru yang terbit di jurnal Science meneliti evolusi ikan sebagai respons terhadap kondisi iklim di masa depan. Penelitian itu berkembang dari ide sebelumnya yang hanya berfokus pada cara spesies ikan tertentu merespons kenaikan suhu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seiring lonjakan suhu laut dan perubahan cuaca, ikan terus berevolusi. Namun beberapa jenis berkembang biak lebih sedikit, bahkan bisa menghilang sepenuhnya dari perairan tertentu. Para peneliti Monash University menyimpulkan respons evolusi ikan terhadap perubahan iklim global kemungkinan akan mengikis keberlanjutan industri perikanan, padahal pemintaannya sedang tinggi.

Di Indonesia, merujuk keterangan resmi itu, sektor kelautan menyumbang lebih dari US$ 180 miliar atau sekitar Rp 3 triliun per tahun. Angka datang dari bisnis perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, serta kegiatan berbasis laut lainnya.

Meski memiliki posisi kuat, pertumbuhan perikanan tangkap di Indonesia belakangan melambat. Kondisi ini disebabkan jumlah tangkapan yang kian mendekati batas aman, yaitu sekitar 6,5 juta ton per tahun.

Head of School of Biological Sciences Monash University, Profesor Craig White, mengatakan pemanasan global diprediksi membuat ikan tumbuh lebih cepat dan dewasa sebelum waktunya. Artinya, ukuran ikan dewasa menjadi lebih kecil dari yang seharusnya. “Evolusi membantu ikan mengurangi dampak pemanasan global terhadap kondisi fisik mereka, tetapi memiliki pengaruh yang buruk terhadap kelestarian hasil tangkapan,” ujarnya.

Bersama Profesor Jan Kozowski dari Universitas Jagiellonian di Polandia, White menggunakan model sejarah hidup (life-history model) versi terbaru dalam penelitian tersebut. Model itu kemudian diuji dengan data tiga ribu spesies ikan. Hasilnya dipakai untuk memprediksi pengaruh evolusi sejarah hidup ikan terhadap kelestarian hasil tangkapan di 43 kawasan perikanan terbesar dunia.

Head of the Marine Evolutionary Ecology Research Group di Monash University, Profesor Dustin Marshall, menyatakan faktor evolusi harus dipertimbangkan untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap ekosistem penopang kehidupan manusia. “Banyak yang beranggapan bahwa evolusi akan mengurangi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Bila dirangkum, penelitian Monash University menyimpulkan bahwa ikan akan berevolusi sebagai bentuk adaptasi terhadap suhu air yang lebih hangat—membuatnya mampu bertahan hidup di tengah perubahan iklim. Peneliti juga memperkirakan industri perikanan bisa merugi hingga 50 persen akibat kurangnya hasil tangkapan, sebagai efek domino evolusi tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan iklim yang kuat untuk membatasi kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |