Penjelasan BGN soal Pagu Anggaran Tahun 2027 Rp 270 Triliun

4 hours ago 5

BADAN Gizi Nasional (BGN) menjelaskan soal pagu anggaran lembaga mereka pada tahun 2027 sebesar Rp 270 triliun. Pagu tersebut naik jika dibandingkan dengan anggaran BGN pada tahun ini sekitar Rp 268 triliun.

Juru bicara sekaligus Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menuturkan, angka Rp 270 triliun bukan merupakan angka final. Dia menyebutkan jumlah itu masih berupa angka perkiraan awal atau masih berupa pagu indikatif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Itu anggaran yang disusun oleh kepemimpinan Pak Dadan,” kata Arum saat dikonfirmasi pada Rabu, 17 Juni 2026. Dadan yang dimaksud adalah Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN yang me jadi tersangka korupsi di Kejaksaan Agung. 

Saat kepemimpinan BGN di bawah Dadan, asumsi penerima manfaat untuk tahun 2027 sebanyak 81.534.454 orang. Arum menjelaskan, di era kepemimpinan BGN yang baru, akan ada penataan ulang penerima manfaat. “Angkanya akan jauh berkurang,” ujar Arum.

Saat ini, Arum melanjutkan, BGN tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyusun kembali anggaran BGN tahun 2027. “Jadi (angka Rp 270 triliun) itu belum final,” katanya.

Dia memastikan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun depan tidak akan naik. Namun, dia juga belum bisa memastikan berapa pengurangan yang akan ditetapkan pada pagu anggaran tahun 2027 nanti. “Kami masih dalam proses penyusunan kembali. Masih akan dibahas bersama Bappenas dan Kemenkeu. Tunggu saja angka finalnya ya,” kata Arum.

Dalam dokumen anggaran BGN tahun anggaran 2027, tertulis pemerintah akan mengalokasikan sebesar Rp 270.201.499.678.000. Pagu tersebut disediakan untuk penerima manfaat MBG sebanyak 81.534.454 orang.

Lebih rinci, tertulis dalam dokumen yang diterima Tempo, dana sekitar Rp 270 trilliun itu dibagi dua untuk pemenuhan gizi nasional sebesar Rp 262.782.743.434.000 atau 97,25 persen dari total anggaran dan dukungan manajemen sebesar Rp 7.418.756.244.000 atau sebesar 2,75 persen dari total anggaran.

Untuk pemenuhan gizi, anggaran tersebut terbagi menjadi dua, khusus untuk anggaran MBG sebesar Rp 262.503.133.201.000 atau sekitar 99,89 persen dan kegiatan non teknis MBG pemenuhan gizi sebesar Rp 279.610.233.000 atau 0,11 persen.

Adapun anggaran untuk dukungan manajemen terbagi menjadi tiga wilayah. Pertama untuk gaji dan tunjangan dialokasikan sebesar Rp 7.193.794.571.000. Kedua, untuk operasional dan pemeliharaan kantor sebesar Rp 68.779.192.000. Ketiga untuk dukungan manajemen non operasional sebesar Rp 156.182.481.000.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |