OJK: Kenaikan BI-Rate Berdampak ke Industri Asuransi

1 day ago 2

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memaparkan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia alias BI-Rate mejadi 5,75 persen dapat berdampak bagi investasi industri asuransi. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan pergerakan BI-Rate berdampak terhadap industri dalam mengelola portofolio.

“Kenaikan BI-Rate pada prinsipnya dapat memengaruhi strategi investasi industri asuransi, khususnya pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang,” ucap Ogi Prastomiyono lewat jawaban tertulis yang dikutip Rabu, 24 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski demikian, Ogi menjelaskan, dampak kenaikan BI-Rate terhadap industri asuransi perlu dilihat secara menyeluruh. Karena selain dipengaruhi oleh suku bunga, kinerja investasi juga dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan, pergerakan harga aset, dan karakteristik portofolio masing-masing perusahaan. 

Namun menurut Ogi, meski bunga acuan BI naik, stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap terjaga sehingga turut membantu menjaga kinerja investasi industri. Di sisi lain, pasar saham masih menghadapi volatilitas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global maupun domestik.

Pada dasarnya keputusan penempatan investasi merupakan kewenangan masing-masing perusahaan sesuai profil liabilitas, karakteristik produk, dan manajemen risikonya. OJK terus melakukan pengawasan untuk memastikan perusahaan menerapkan tata kelola investasi yang baik, mematuhi ketentuan batasan penempatan investasi, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian agar ketahanan keuangan dan kemampuan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis tetap terjaga.

Berdasarkan data OJK hingga April 2026, kinerja investasi industri asuransi umum masih menunjukkan hasil yang positif. Tingkat imbal hasil investasi atau investment yield pada asuransi umum konvensional tercatat sebesar 0,55 persen, meningkat dibandingkan 0,27 persen pada Maret 2026. 

Sedangkan asuransi umum syariah mencatat investment yield sebesar 0,44 persen atau meningkat dari 0,36 persen di bulan sebelumnya. “Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri masih mampu menjaga kinerja investasinya di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Ogi.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |