Pemerintah Kurangi Impor BBM, Bahlil: Para Importir Marah

3 hours ago 2

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada sejumlah importir yang menyampaikan kemarahannya karena kebijakan pemerintah mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Padahal, menurut dia, kebijakan itu diambil untuk menekan ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.

Bahlil mengatakan konsumsi bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter (KL) per tahun, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 20 juta KL. Kondisi itu terjadi di tengah pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang telah diresmikan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Jadi, sekarang kita impor bensin tinggal 20 juta kiloliter. Nah, ini memang para importir marah ke gue. Karena pikiran saya ke depan adalah enggak boleh kita impor," kata Bahlil dalam Seminar Kajian Tengah Tahun 2026 INDEF di Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, meskipun produksi minyak atau lifting belum mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah perlu mengonversi sebagian kebutuhan energi ke energi nabati. Bahlil berujar jika program biodiesel B50 mampu memenuhi kebutuhan solar, pendekatan serupa seharusnya juga dapat diterapkan untuk mengurangi ketergantungan pada bensin.

Karena itu, ia menuturkan, pemerintah berencana menerapkan program campuran etanol 20 persen (E20) pada 2028 untuk menekan impor BBM. Dia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi impor bensin hingga 4 juta KL.

Bahlil menjelaskan penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Brasil. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi impor sehingga devisa negara tidak terus mengalir ke luar negeri.

Selain menekan impor, Bahlil menilai kebijakan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menyebut Indonesia mengeluarkan devisa sekitar US$ 30 miliar setiap tahun untuk membeli BBM dari luar negeri.

Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang mempertimbangkan alternatif mekanisme perdagangan internasional yang tidak bergantung pada dolar Amerika Serikat. Menurut dia, diversifikasi mata uang dalam transaksi perdagangan dapat menjadi salah satu opsi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |