Megawati Soroti Maraknya Perundungan dan Pentingnya Kemandirian Pangan

2 days ago 5

INFO TEMPO – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dua persoalan mendasar bangsa yakni maraknya perundungan di sekolah dan ketidakmandirian pangan. Hal tersebut ia sampaikan usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, pada Senin, 15 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia mempertanyakan nilai Pancasila yang dinilainya belum sepenuhnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah maraknya kasus perundungan dan sikap diskriminatif di lingkungan sekolah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saat ini, saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya, di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas, atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?” ujar Megawati.

Ia mengaku sedih melihat anak-anak sekolah menjadi korban perundungan hanya karena perbedaan status ekonomi. “Mengapa itu terjadi? Karena ada sikap-sikap yang membeda-bedakan, seperti ‘jangan temani dia, dia anak miskin’. Bahkan ibu-ibu sekarang mulai cenderung mengambil sikap seperti itu," keluhnya. Megawati menegaskan bahwa Salam Pancasila yang selalu ia gaungkan bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat akan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Setelah menyoroti masalah moral, Megawati juga membahas soal ketahanan pangan. Ia mengingatkan instruksi yang telah ia keluarkan sejak tahun 2021 untuk menanam 10 jenis tanaman pangan pendamping beras di seluruh daerah. “Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras,” katanya.

Megawati kemudian menjelaskan filosofi Marhaenisme yang ia pelajari langsung dari Bung Karno. Dari filosofi itu, Megawati menegaskan pentingnya mengorganisir petani agar mandiri dan mampu mewujudkan kedaulatan pangan.

Ia juga mengingatkan bahwa jika rakyat kesulitan membeli makanan, potensi kerusuhan sosial akan muncul. “Bapak saya bilang, kalau rakyat tidak bisa makan, itu bisa terjadi kekurangan lalu kerusuhan. Artinya nomor satu untuk rakyat adalah makanan,” kata Megawati. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |