PEDANA Menteri Libanon Nawaf Salam meminta Pakistan, mediator gencatan senjata Amerika Serikat-Iran, untuk mendukung upaya memastikan penghentian segera serangan Israel terhadap Beirut dan warga sipilnya.
Pernyataan itu disampaikan Kantor Perdana Menteri Libanon pada Kamis, menyusul percakapan telepon antara Salam dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif enurut kantor berita Jerman (dpa) seperti dikutip Asharq Al-Awsat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Salam meminta konfirmasi bahwa gencatan senjata harus mencakup Libanon, untuk mencegah terulangnya serangan Israel seperti yang terjadi kemarin,” demikian pernyataan tersebut.
"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Libanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Libanon dan rakyatnya.”
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk "serangan Israel baru-baru ini terhadap Libanon." Ia menekankan bahwa negaranya sedang berupaya membantu mengamankan perdamaian dan stabilitas di sana.
Pakistan merupakan aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran pada Selasa malam waktu Washington.
Seperti dilansir Antara, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Rabu bahwa Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global—akan dibuka kembali, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Namun, kesepakatan gencatan senjata itu berada di titik nadir setelah beberapa jam kemudian pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tyre. Serangan terhadap lebih dari 100 target dalam 10 menit itu menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai seribuan warga Libanon lainnya.
Kendati demikian, Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Libanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah. Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
Pakistan dalam unggahan di media sosial usai saat mengumumkan gencatan senjata menyatakan bahwa penghentian permusuhan mencakup negara sekutu, termasuk Libanon.


















































