Kredit Infrastuktur Bank Mandiri Tembus Rp 491,63 T

3 hours ago 2

DIREKTUR Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan menyatakan pihaknya telah menyalurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 491,63 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut naik 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp 375,85 triliun.

Penyaluran kredit ini, kata Riduan, sebagai bentuk komitmen Bank Mandiri untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. "Melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa, 7 April 2026, seperti dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Riduan mengklaim penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.

Ia juga yakin pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.

Adapun Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.

Penyaluran pembiayaan ini, kata Riduan, menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. "Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” tuturnya.

Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp 118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kredit di subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp 85,84 triliun.

Sedangkan pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp 54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga menca 44,34 triliun.

Bank Mandiri optimistis bahwa prospek sektor infrastruktur di masa mendatang tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, bank pelat merah ini juga akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |