HYBE Sumbang 1 Miliar Won untuk Restorasi Situs Bersejarah Imbas Kebakaran Hutan

18 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan hiburan HYBE mengumumkan bantuan dana sebesar 1 miliar won Korea atau sekitar Rp 11,7 miliar untuk pemulihan situs warisan budaya yang terdampak kebakaran hutan di Korea Selatan. Pada Rabu, 2 April 2025, HYBE memberikan donasi tersebut kepada the National Heritage Administration dan Cultural Heritage National Trust.

slot-iklan-300x600

"Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada semua yang terkena dampak kebakaran hutan ini. Sebagai perusahaan konten yang bergerak di industri budaya, kami berharap dapat berkontribusi dalam pemulihan warisan nasional," demikian pernyataan resmi HYBE, dilansir dari Dispatch.

Cultural Heritage National Trust adalah lembaga khusus di bawah the National Heritage Administration yang bertanggung jawab atas pelestarian, pengelolaan, dan operasional situs warisan budaya. Dana yang diberikan HYBE akan digunakan untuk memperbaiki situs bersejarah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran serta memulihkan lingkungan sekitarnya. 

Kerusakan Situs Bersejarah dan Kepedulian HYBE

Kebakaran hutan yang terjadi pada 22 Maret lalu telah menghanguskan sedikitnya 33 situs bersejarah, termasuk Kuil Gounsa di Uiseong yang merupakan warisan budaya nasional Korea Selatan. Menanggapi donasi ini, Cultural Heritage National Trust menyampaikan apresiasi atas dukungan HYBE. 

“Kami dengan tulus berterima kasih kepada HYBE atas dukungannya dalam pemulihan dan pelestarian nilai warisan nasional. Kami akan bekerja sama dengan Administrasi Warisan Nasional untuk mempercepat proses restorasi dan memastikan situs-situs ini kembali ke kondisi semula," ujar perwakilan lembaga tersebut. 

Kondisi Terkini Imbas Kebakaran 

Menurut laporan Reuters, kebakaran hutan yang melanda wilayah tenggara Korea Selatan menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa dekade terakhir. Sejauh ini, 24 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang pilot helikopter pemadam kebakaran yang jatuh saat bertugas pada Rabu lalu. 

Api yang menyebar cepat akibat angin kencang dan cuaca kering telah memaksa lebih dari 27.000 warga mengungsi. Kebakaran ini juga merusak pemukiman, menutup sekolah, serta memaksa pemerintah memindahkan ratusan narapidana dari penjara yang terdampak. 

"Kami mengerahkan seluruh personel dan peralatan yang tersedia untuk menangani kebakaran ini, tapi situasinya masih sulit," kata Pelaksana Tugas Presiden Korea Selatan, Han Duk Soo. Ia menambahkan bahwa militer Amerika Serikat di Korea juga turut membantu dalam upaya pemadaman. 

Menurut Korea Forest Service, dari total korban tewas, 14 di antaranya berasal dari Kabupaten Uiseong, sementara empat lainnya dari kebakaran di Kabupaten Sancheong. Sebagian besar korban adalah warga lanjut usia berusia 60 hingga 70 tahun. Sementara itu, kebakaran di Uiseong baru berhasil dikendalikan sekitar 68 persen.

DISPATCH | REUTERS

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |