Guru Besar UMS: Revitalisasi Energi Otak agar Mental Sehat

1 hour ago 1

DOSEN Ilmu Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menekankan pentingnya pendekatan baru dalam menjaga keseimbangan jiwa. Dia menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak sebagai strategi untuk meningkatkan kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan modern.

Gagasan tersebut disampaikan Arum Pratiwi, dosen itu, saat dikukuhkan menjadi Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan UMS pada Rabu, 29 April 2026. “Energi otak yang optimal sangat menentukan bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku," ujarnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Arum menjelaskan, revitalisasi energi otak bukan sekadar mengisi ulang energi, melainkan proses memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi otak secara menyeluruh. Menurut dia, otak memiliki sistem energi internal yang diperbarui melalui metabolisme berbasis glukosa dan oksigen untuk mendukung aktivitas neuron. Ketidakseimbangan sistem ini dapat memicu berbagai gangguan mental. “Ketika energi ini terganggu, maka fungsi kognitif dan emosional juga ikut terdampak," katanya. 

Ia menambahkan, kesehatan mental berada dalam spektrum dinamis. Mulai dari kondisi sehat hingga gangguan seperti kecemasan, gangguan mood, hingga skizofrenia. Perubahan kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi tingkat stres dan kemampuan adaptasi individu. Karena itu, intervensi yang tepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas mental. “Individu bisa bergerak dari satu kondisi ke kondisi lain tergantung pada tingkat stres dan kemampuan adaptasi," tuturnya. 

Guru Besar Ilmu Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Arum Pratiwi. Dok. Humas UMS

Salah satu pendekatan yang ditawarkan Arum adalah terapi kognitif yang berfokus pada perubahan pola pikir negatif menjadi positif. Terapi ini dilakukan melalui tahapan identifikasi pikiran negatif, reframing, serta teknik relaksasi seperti meditasi, murotal, dan musik. Pendekatan ini diyakininya mampu memperkuat koneksi antar neuron melalui stimulasi berulang. 

Arum juga memaparkan hasil riset yang dilakukan dalam lima tahun terakhir terhadap pasien psikosis, penderita tuberkulosis dengan stigma sosial, serta keluarga pasien gangguan jiwa. Dari rangkaian penelitian tersebut, dia mengungkapkan, pendekatan berbasis manajemen stres dan spiritual mampu meningkatkan kondisi psikososial pasien.

"Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan holistik dalam kesehatan mental," ujar Guru Besar ke-72 di UMS ini sambil menambahkan, "Intervensi berbasis manajemen stres dan pendekatan spiritual mampu membantu meningkatkan kondisi psikososial pasien." 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pendekatan ini memiliki keterbatasan, terutama pada kasus degenerasi otak akibat penuaan atau penyakit neurodegeneratif. Upaya revitalisasi dalam kondisi tersebut lebih difokuskan pada optimalisasi fungsi yang masih ada. Pendekatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Tidak ada cara untuk membalikkan proses penuaan, tetapi kita tetap bisa mengoptimalkan fungsi otak yang ada," ucap dia menambahkan. 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |