DPRD Kota Bogor Dorong Perbanyak Event Pariwisata

4 hours ago 7

Info Event – Komisi IV DPRD Kota Bogor menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah. Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur dalam rapat kerja dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor di Gedung DPRD, Selasa 3 Februari 2026.

Rapat ini juga dihadiri Sekretaris H. Subhan serta anggota Komisi IV, yakni Dedi Mulyono, Mulyani, Banu Lesmana Bagaskara, Tri Kisowo Jumino, Rozi Putra, dan Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah

Fajar Muhamad Nur, menyoroti ketimpangan total anggaran Disparbud dengan alokasi khusus untuk promosi wisata yang dinilai sangat minim. Menurutnya, promosi adalah ujung tombak untuk menarik wisatawan. "Ini menjadi catatan kami di Komisi IV. Anggaran yang dialokasikan untuk promosi cukup kecil," ujarnya.

Sebagai solusi atas keterbatasan anggaran, DPRD mengarahkan Disparbud untuk mulai menggali potensi pengembangan di sektor non APBD. Salah satu strateginya memperbanyak gelaran acara (event) pariwisata yang konsisten.

Fajar memproyeksikan, setelah melalui proses verifikasi, minimal 90 event pariwisata berkualitas yang dapat berjalan setiap tahunnya. Dia juga mengusulkan Saung Eling di kawasan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan dapat dikembangkan karena memiliki nilai sejarah peninggalan kerajaan yang kuat.

Iklan

"Kami ingin pengunjung tidak hanya datang, tapi membawa kesan positif. Apalagi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Disparbud harus menyiapkan skema penyambutan matang bagi para atlet dan ofisial agar mereka juga berwisata di Bogor," katanya.

Sementara Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan kesiapannya menggenjot sektor pariwisata. Saat ini ada 56 event yang masuk dalam daftar resmi, 10 diantaranya agenda unggulan. "Tujuan utama dari 10 event unggulan ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Firdaus juga menegaskan kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta  agar pariwisata tidak sepenuhnya mengandalkan APBD. "Kami memiliki kegiatan yang Insya Allah non APBD. Kami berkolaborasi dengan pihak ketiga dan teman-teman komunitas. Ini adalah upaya kami membuka ruang agar pariwisata kita semakin dikenal luas," katanya.(*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |