CHIEF Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyatakan suntikan dana Rp 1,5 triliun kepada ID Food untuk membeli gula petani tidak berdampak signifikan. “Kita melakukan subsidi ke dalam pasar untuk mengambil seluruh gula masyarakat sebesar Rp 1,5 triliun. Tetapi itu juga tidak memberikan dampak yang signifikan,” kata Dony dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu, 8 April 2026.
Pada kuartal ketiga 2025 Danantara mengucurkan dana sebesar Rp 1,5 triliun kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID Food. Dengan dana tersebut, ID Food mesti menyerap gula petani yang tidak laku imbas kebocoran gula rafinasi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dony menjelaskan dampak kucuran uang Rp 1,5 triliun tidak signifikan lantaran jumlah gula petani yang harus diserap ID Food sangat besar. “Sehingga daya kita untuk membeli, kemampuan kita untuk membeli juga dibutuhkan sangat besar kan untuk menampung hasil produksi masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua Tim Lelang Gula SGN Sunardi Edy Sukamto menyatakan tidak ada pedagang gula yang berani membeli karena saat peredaran itu gula rafinasi dan gula kristal rafinasi masif di pasar. Kala itu ada sebanyak 65 ribu ton gula petani menumpuk di 17 pabrik di 13 daerah di Jawa Timur belum laku hingga 11 Agustus 2025.
Penumpukan stok terjadi bertepatan dengan puncak masa panen pada Juli dan Agustus 2025. Dalam Proyeksi Neraca Gula Konsumsi Badan Pangan Nasional, produksi gula kristal putih pada Juli diperkirakan mencapai 602,2 ribu ton. Angka ini naik menjadi 615,4 ribu ton pada Agustus.
Berkaca dari permasalahan industri yang bersumber dari rembesan gula rafinasi, Doni menekankan pentingnya penataan ulang industri gula nasional. “Kalau tidak, kita rapat begini, terus-terusan saja, tetapi impact-nya tidak akan pernah bisa selesai,” kata dia.
Apalagi, BUMN pangan yakni PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugar Co terkena getah rembesan gula yang menyebabkan kerugian Rp 680 miliar pada tahun lalu akibat importasi gula yang tidak terkontrol. “Sekelas perusahaan SGN saja harus rugi, apalagi masyarakat. Karena itu transformasi di industri gula ini harus dilakukan sesuai dengan perintah Bapak Prabowo,” tuturnya.


















































