AS Jadi Tuan Rumah Negosiasi Israel-Libanon Pekan Depan

8 hours ago 2

AMERIKA Serikat akan menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Israel dan Libanon pada pekan depan, sebagai bagian dari negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung. Hal ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada Anadolu.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Departemen akan menjadi tuan rumah pertemuan pekan depan untuk membahas negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Israel dan Libanon,” kata pejabat tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut laporan media, delegasi AS akan dipimpin oleh Duta Besar untuk Libanon Michel Issa, dengan Israel diwakili oleh Duta Besarnya untuk Washington Yechiel Leiter, dan Libanon oleh Duta Besar Nada Hamadeh-Moawad.

Sebelumnya, Presiden Libanon Joseph Aoun mengatakan bahwa gagasan gencatan senjata dengan Israel, diikuti oleh negosiasi langsung, mulai mendapatkan momentum positif di tingkat internasional.

Tentara Israel melakukan serangan udara terbesar di seluruh Libanon sejak Rabu dengan menyasar lebih dari 100 target dalam 10 menit. Serangan brutal ini menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya meskipun ada pengumuman gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran.

Sementara mediator Pakistan dan Teheran mengatakan gencatan senjata tersebut mencakup Libanon, Washington dan Tel Aviv membantah hal ini.

Serangan Israel yang meluas ke Libanon sejak 2 Maret telah menewaskan 1.888 orang dan melukai 6.092 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari sebelum 2 Maret, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.

Libanon Tolak Diwakili Iran dalam Gencatan Senjata

Perdana Menteri Nawaf Salam mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa Libanon tidak akan menerima siapa pun yang bernegosiasi atas namanya.

Dalam komentar pertamanya mengenai gencatan senjata AS-Iran dan perdebatan tentang apakah Libanon termasuk di dalamnya, Salam mengatakan pada Rabu, “Tidak ada yang bernegosiasi atas nama Libanon kecuali negara Libanon.”

Asharq Al-Awsat melaporkan Libanon tidak dilibatkan dalam kontak yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, meskipun ada laporan bahwa Libanon akan dilibatkan. Namun, langkah-langkah dari Iran dan Hizbullah diklaim menunjukkan sebaliknya.

Hizbullah menghentikan operasi militernya sebelum kesepakatan diumumkan pada Rabu pagi, sementara para pejabat Libanon berupaya menghubungi negara-negara yang terlibat dalam masalah ini untuk mengklarifikasi situasi.

Salam menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kontak yang sedang berlangsung untuk mengamankan gencatan senjata di Libanon. Ia hanya mengatakan bahwa negara tersebut sedang menjalankan tugasnya dan memobilisasi semua kemampuannya untuk mengeluarkan negara itu dari krisis yang menimpanya.

“Dengan pengumuman kesepakatan antara AS dan Iran, melalui upaya Pakistan yang patut diapresiasi, kami mengintensifkan kontak dan upaya politik serta diplomatik kami untuk mengamankan gencatan senjata di Libanon,” kata Salam.

“Saya juga menekankan bahwa tidak ada yang bernegosiasi atas nama Libanon kecuali negara Libanon, melalui lembaga-lembaga konstitusionalnya, dengan cara yang melindungi kedaulatannya dan kepentingan rakyatnya,” tambahnya

Pilihan Editor: Trump Desak Netanyahu Kurangi Serangan ke Libanon

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |