Analisis Carlos Checa dan Kevin Schwantz Soal Persaingan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025

17 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan sengit antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025 semakin memanas setelah balapan di grand prix Amerika, akhir bulan lalu. Keduanya akan kembali berjibaku dalam balapan berikutnya, GP Qatar.

Di awal musim ini, Marquez, yang baru menjadi rekan Bagnaia di Ducati Lenovo, mendominasi dan terus menjuarai lima balapan. Namun, dalam balapan utama di Austin ia mengalami kecelakaan pada lap ke-9 yang berujung pada kemenangan Bagnaia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bagnaia meraih kemenangan pertamanya, setelah empat kali finis ketiga dan sekali finis keempat. Dalam keenam balapan itu, tiga sprint dan tiga balapan utama, Alex Marquez terus finis kedua, sehingga kini memimpin klasemen dengan keunggulan satu poin dari kakaknya, Marc. 

Dua pembalap legendaris Carlos Checa dan Kevin Schwantz memberikan analisis mereka soal persaingan Marc Marquez dan Bagnaia di GP Amerika dan GP Qatar. Inilah rangkumannya:

Analisis Carlos Checa

Carlos Checa, juara dunia Superbike 2011, menyampaikan pandangannya tentang insiden di GP Amerika dalam wawancara dengan DAZN. Menurutnya, kemenangan Bagnaia di Texas memiliki arti besar, tidak hanya karena itu adalah kemenangan pertamanya tahun ini tetapi juga karena momentum psikologis yang ia dapatkan.

Menurutnya Bagnaia telah menjadi rival utama Marc sejak awal musim. "Namun, kepercayaan dirinya sempat goyah akibat adaptasi sulit dengan evolusi terbaru Ducati, kekalahan dari Jorge Martin musim lalu, serta kedatangan Marc ke timnya," kata dia, seperti dikutip GPOne.

Checa melihat bahwa tekanan dari kehadiran Marc Marquez di tim yang sama membuat Bagnaia kurang percaya diri di awal musim. Namun, di Texas, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat. Pada balapan sprint, Bagnaia menunjukkan agresivitas tinggi meskipun gagal melewati Alex Marquez. 

Pada balapan utama, kesempatan datang ketika Marc melakukan kesalahan fatal. "Marc terlalu terburu-buru mencoba mengalahkan lawannya dan tidak memperhitungkan kondisi lintasan yang licin akibat hujan sebelumnya," kata Checa. "Kesalahan ini memberikan sayap dan motivasi kepada Pecco untuk bangkit lebih kuat."

Meski demikian, Checa yakin bahwa insiden ini tidak akan berdampak signifikan pada performa Marc di balapan mendatang. "Marc masih yang tercepat saat ini. Dia hanya perlu mengendalikan momen-momen ekstrem seperti ini. Pecco tidak benar-benar menyalipnya; Marc sendiri yang membuat kesalahan."

Pandangan Kevin Schwantz

Kevin Schwantz, juara dunia MotoGP 1993, menyoroti kemungkinan faktor psikologis di balik kecelakaan Marc Marquez. Ia menduga kemajuan Bagnaia dalam balapan demi balapan membuat Marc merasa sedikit tertekan.

Schwantz mempertanyakan apakah tekanan dari Bagnaia mempengaruhi fokus Marquez saat insiden terjadi. Bagnaia adalah juara dua kali, dan dia tahu bahwa dia akan menemukan kepercayaan diri serta ritme balapnya," kata Schwantz, seperti dikutip Crash. "Dia mungkin belum sepenuhnya nyaman atau percaya diri, tapi penyesuaian yang dilakukan tim Ducati mulai membuahkan hasil."

Schwantz mencatat bahwa motor Ducati milik Bagnaia tampak lebih sesuai dengan gaya balapnya di Amerika dibandingkan sebelumnya. Hal ini memberikan Bagnaia cukup kecepatan untuk menyalip Alex Marquez.

Hal itu dinilainya secara tidak langsung memberi tekanan pada Marc. "Tekanan dari rekan setim selalu menjadi hal tersulit untuk dihadapi," kata Schwantz. "Untuk bisa bangkit dari bayang-bayang kekalahan oleh rekan setim dan meraih kemenangan penting adalah pencapaian besar. Mungkin Bagnaia merasa dialah yang 'memaksa' Marc membuat kesalahan."

Namun, Schwantz yakin bahwa Marc memiliki mental yang kuat untuk bangkit dari insiden ini. "Ketika seorang pembalap tahu penyebab kecelakaannya—seperti Marc yang menyadari bahwa ia melewati bagian lintasan yang lebih licin daripada aspal—itu membantu mengurangi dampak psikologisnya. Tidak seperti kecelakaan tanpa alasan jelas, yang benar-benar mengacaukan pikiran."

Schwantz percaya bahwa Marc akan kembali dengan semangat baru di balapan berikutnya di Qatar, trek yang biasanya disukai Bagnaia. "Marc akan keluar dengan penuh semangat, seperti biasanya," kata dia.

Prospek Balapan di MotoGP Qatar

Setelah insiden di Texas, Alex Marquez memimpin klasemen dengan 1 poin di atas Marc dan 12 poin di atas Bagnaia. Meskipun demikian, persaingan antara Marc dan Bagnaia diprediksi akan semakin sengit di balapan mendatang. Qatar, yang menjadi tuan rumah putaran keempat, dikenal sebagai salah satu trek favorit Bagnaia. Namun, Marc Marquez, dengan pengalamannya dan kecepatan luar biasa, tetap menjadi ancaman serius.

Carlos Checa dan Kevin Schwantz sepakat bahwa kunci sukses bagi kedua pembalap adalah menjaga konsistensi dan mengendalikan tekanan. Bagi Marc, tantangannya adalah mengatasi momen-momen ekstrim tanpa membuat kesalahan fatal. Sementara bagi Bagnaia, ini adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa ia bisa bersaing di level tertinggi.

Jadwal MotoGP Qatar 2025

Jumat, 11 April 2025
19.45 Latihan Bebas 1

Sabtu, 12 April 2025
00.00 Practice
19.00 Latihan Bebas 2
19.40 Kualifikasi 1
20.05 Kualifikasi 2.

Minggu, 13 April 2025
00.00 Sprint Race (11 lap)

Senin, 14 April 2025
00.00 Balapan Utama (21 lap) -- live Trans7.

Klasemen MotoGP 2025

1. Alex Marquez (Gresini): 87 poin
2. Marc Marquez (Ducati): 86 poin  
3. Francesco Bagnaia (Ducati): 75 poin
4. Franco Morbidelli (VR46): 55 poin 
5. Fabio di Giannantonio (VR46): 44 poin.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |