Mengenal Gejala, Deteksi, dan Pencegahan Pneumonia: Penyakit yang Diderita Aktor Val Kilmer

5 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Aktor watak Hollywood, Val Kilmer, yang dikenal melalui perannya sebagai Batman dalam Batman Forever (1995) serta vokalis legendaris Jim Morrison dalam The Doors (1991), meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia tutup usia pada umur 65 tahun akibat pneumonia, seperti dikonfirmasi oleh putrinya, Mercedes Kilmer.

Sebelumnya, Kilmer telah berjuang melawan kanker tenggorokan yang didiagnosis sejak 2014. Setelah bertahun-tahun menjalani perawatan, ia dinyatakan pulih pada 2021. Namun, penyakit tersebut menyebabkan kehilangan suaranya sehingga ia harus berhenti dari dunia perfilman.

Apa Itu Pneumonia?
Menurut laman Cleveland Clinic, pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru akibat bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru dan dapat menyebabkan penumpukan cairan atau nanah di dalamnya. Pneumonia akibat bakteri umumnya lebih parah dibandingkan pneumonia yang disebabkan oleh virus, yang dalam beberapa kasus dapat sembuh dengan sendirinya.

Pneumonia adalah penyakit dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Bayi, anak kecil, dan lansia di atas 65 tahun menjadi kelompok paling rentan, begitu juga dengan individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan atau sistem imun lemah, yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius.

Gejala Pneumonia
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung pada jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dalam kasus ringan, gejala pneumonia sering menyerupai flu atau pilek tetapi berlangsung lebih lama.

Menurut laman Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala pneumonia.

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran mental (terutama pada lansia di atas 65 tahun)
  • Batuk yang disertai dahak
  • Kelelahan
  • Demam, berkeringat, dan menggigil
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal (terutama pada lansia atau orang dengan sistem imun lemah)
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sesak napas


Pada bayi dan anak-anak, gejala pneumonia bisa berbeda. Mereka mungkin mengalami demam, batuk, muntah, tampak gelisah atau lemas, serta kesulitan bernapas dan makan.

Pencegahan Pneumonia
Pencegahan pneumonia dapat dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain:

1. Vaksinasi

Terdapat vaksin untuk mencegah beberapa jenis pneumonia dan influenza. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi yang diperlukan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit kronis. Anak-anak di bawah usia 2 tahun serta mereka yang berisiko tinggi direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin pneumonia.

2. Menjaga Kebersihan

Mencuci tangan secara teratur atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dapat mencegah infeksi saluran pernapasan yang dapat berkembang menjadi pneumonia.

3. Berhenti Merokok

Merokok merusak sistem pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi.

4. Menjaga Sistem Imun

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |