Setelah Persis Solo Terdegradasi dari Super League 2025/26

3 hours ago 2

KLUB Persis Solo mulai menyiapkan evaluasi menyeluruh setelah dipastikan terdegradasi dari Super League musim 2025/2026. Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan mengatakan manajemen akan segera melaporkan berbagai persoalan internal klub kepada pemilik dan komisaris sebagai dasar pembenahan menghadapi musim depan.

“Pertama tentunya saya menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menjalankan amanah yang diberikan kepada saya sebagai direktur,” kata Ginda dalam wawancara kepada Tempo pada Ahad, 24 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, manajemen akan menyusun laporan lengkap mengenai kondisi tim sepanjang musim, termasuk faktor-faktor yang menyebabkan Persis gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.“Setelah itu saya jelas akan melapor kepada para pemilik apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa hasilnya bisa seperti ini. Ke depan, karena ini sudah terjadi, untuk kompetisi yang akan datang kita harus cepat bersiap lagi,” ujar dia.

Ginda mengatakan evaluasi akan dilakukan di semua lini, mulai dari struktur internal kantor, staf pelatih, hingga komposisi pemain. Menurut dia, Persis tidak ingin terlalu lama terpuruk setelah kompetisi berakhir.“Kita akan melihat arahannya seperti apa dari owner. Perubahan-perubahan yang harus diperbaiki, restrukturisasi internal kantor, staf pelatih, pemain, nanti kita evaluasi semuanya,” kata dia.

Ia memastikan pertemuan dengan pemilik klub akan dilakukan secepat mungkin. Sementara itu, skuad Persis untuk musim Liga 1 disebut telah dibubarkan karena kontrak para pemain berakhir pada bulan ini.“Minggu ini sesegera mungkin saya akan laporan kepada komisaris dulu, kemudian dengan owner. Tim untuk Liga 1 juga sudah dibubarkan karena kontraknya memang sampai bulan ini selesai,” ujar Ginda.

Soal nasib pelatih dan pemain untuk musim depan, ia belum memberikan kepastian. Seluruh keputusan, kata dia, masih menunggu hasil evaluasi manajemen dan arahan pemilik klub. “Terkait pemain yang akan dipertahankan, kita lihat nanti. Apakah pelatih akan diganti atau tidak, itu menjadi bagian evaluasi. Nanti kami bikin laporan dulu kepada owner dan komisaris,” kata dia.

Selain menyampaikan pernyataan kepada media, Ginda juga menulis surat terbuka untuk suporter Persis Solo. Dalam surat itu, ia mengakui degradasi menjadi pukulan berat bagi seluruh elemen klub. “Hari ini adalah hari yang berat bagi kita semua. Sebagai direktur, saya berdiri di sini dengan penyesalan mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh suporter yang telah memberikan segalanya untuk tim ini,” tulis Ginda.

Ia menyebut kekecewaan suporter menjadi cerminan kegagalan manajemen menjaga kebanggaan Kota Solo. Namun, ia meminta dukungan suporter tetap terjaga agar Persis dapat segera bangkit. “Saya tidak meminta kalian untuk melupakan rasa sakit ini, simpanlah, dan jadikan itu bahan bakar bagi kita semua untuk kembali ke tempat yang seharusnya,” tulisnya.

Ginda menegaskan manajemen tidak akan mengambil jeda panjang setelah kompetisi berakhir. Persis disebut segera melakukan restrukturisasi dan evaluasi menyeluruh terhadap staf pelatih, official, serta perangkat klub guna menyiapkan tim menghadapi musim depan. “Kita jatuh bersama hari ini, namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat,” kata Ginda.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |