Mendag soal Rupiah Melemah: Seharusnya Daya Saing Kita Bagus

2 hours ago 3

MENTERI Perdagangan Budi Santoso mengatakan harga komoditas ekspor Indonesia menjadi lebih murah di pasar global akibat pelemahan rupiah. “Ketika rupiah melemah, seharusnya daya saing kita bagus, kan,” kata Budi, di kompleks Kementerian Perdagangan, Senin, 25 Mei 2026.

Budi mengatakan, momentum pelemahan nilai tukar rupiah seharusnya dimanfaatkan pengusaha untuk menggenjot ekspor. Sebab menurutnya, dengan harga barang yang menjadi lebih murah, produk Indonesia di pasar global akan lebih kompetitif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah masih berada di sekitar Rp 17.000 per dolar AS saat pembukaan perdagangan pada Senin, 25 Mei 2026.

Nilai tersebut masih melanjutkan tren pelemahan setelah penutupan perdagangan Jumat kemarin di Rp 17.712 per dolar. “Untuk sepekan ya, kemungkinan besar di Rp 17.680-17.800 per dolar,” katanya pada Jumat, 22 Mei 2026.

Namun kurs rupiah pada pagi hari ini menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp 17.696 per dolar AS bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.717 per dolar AS.

Menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan rupiah di tengah harapan perdamaian antara AS dengan Iran. “Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS oleh harapan perdamaian di Timteng (Timur Tengah) dan harga minyak mentah dunia yang turun merespons pernyataan Trump (Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa perundingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” ujar Lukman, di Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026, dikutip dari Antara.

Mengutip Anadolu, Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran "sebagian besar telah dinegosiasikan" dan akan segera dilakukan finalisasi. Ia mengatakan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi "yang sangat baik" dengan sejumlah pemimpin kawasan.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Pakistan terkait pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi.

Adapun sentimen domestik mulai membaik sejak Jumat pekan lalu, pasar ekuitas ditutup positif. “Namun masih ada tekanan pada rupiah setelah data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit yang besar,” ujar Lukman. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.600-Rp 17.750 per dolar AS.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |