Pertamina Akan Bor 13 Sumur Minyak Baru di Samboja

4 hours ago 4

PERTAMINA akan melakukan pengeboran minyak bumi dan gas alam di 13 titik di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, dari sumur-sumur minyak tersebut diperkirakan terdapat cadangan 1 juta barel minyak dan 11,64 miliar kaki kubik gas.

“Kami masih mengidentifikasi kalau memang di situ ada juga sumur tua untuk masyarakat, masih dalam penelitian lebih jauh di lapangan,” katanya saat konferensi pers di Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Semua lokasi sumur minyak diketahui berada di dalam kawasan transmigran. Djoko mengatakan pengeboran akan dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga—anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia—di dekat lahan yang sudah tidak dimanfaatkan.

Menurut Djoko, akses jalan untuk ke lokasi sumur juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Hasil dari pengolahan minyak bumi dan gas diutamakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko.

Rencana eksplorasi dan pengeboran tersebut, kata Djoko, telah dibahas bersama Kementerian Transmigrasi. Operasional akan dilaksanakan dengan prinsip win-win solution, termasuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang lahannya terdampak.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Regional Kalimantan Sunaryanto mengatakan, investasi proyek ini senilai Rp 1,1 triliun. “Jadi secara total akan menghasilkan revenue (pendapatan) pada kita ya, itu sekitar Rp 2,5 triliun,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, proyek ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di sektor minyak dan gas alam. Pertamina sebagai investor tunggal akan menciptakan efek ganda untuk masyarakat sekitar.

Menurut Iftitah, ada dua opsi pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) wilayah transmigran di Samboja yang dibahas pada hari ini bersama SKK Migas dan Pertamina. Pertama, pemanfaatan HPL dengan hak pakai. Kedua, pelepasan HPL transmigrasi.

“Kami sepakat tadi bahwa opsi yang dipilih adalah pemanfaatan HPL transmigrasi,” tutur Iftitah.

Kesepakatan tersebut langsung ditandatangani melalui nota kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas. Harapan dari proyek ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |