Pangsit Tahu Diduga Jadi Penyebab Keracunan MBG di Cakung

4 hours ago 2

DINAS Kesehatan Jakarta telah mengambil sisa sampel sajian menu makan bergizi gratis atau MBG yang ditengarai menyebabkan ratusan murid dari beberapa sekolah di Cakung, Jakarta Timur mengalami keracunan.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, hasil pemeriksaan uji laboratorium tersebut dijadwalkan rampung pada Selasa, 12 Mei pekan depan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Dugaan (keracunan pangan) dari fisik makanan berasal dari sajian pangsit tahu," kata Ani saat dikonfirmasi Tempo melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 9 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, menu MBG yang disajikan satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG Pulogebang kepada murid pada Jumat, 8 Mei kemarin, antara lain bakmi ayam suwir; jamur crispy; pangsit tahu; potongan buah semangka; dan lalapan.

Murid-murid tersebut berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, yakni SD Negeri Cakung Timur 01 dan SD Negeri Ujung Menteng 02 serta 03.

Ani Ruspitawati mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun instansinya, terdapat 252 laporan dari orang tua murid yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi MBG.

Namun, kata dia, tidak seluruh orang tua mengakses layanan kesehatan. Alasannya, sebagian anak-anak tersebut dianggap hanya mengalami gejala keracunan ringan.

Dinas Kesehatan Jakarta, dia mengatakan, mencatat ada 188 murid yang telah mengakses layanan kesehatan untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

"Saat ini masih ada 26 murid yang dirawat di beberapa rumah sakit," ucap Ani.

Kasus keracunan yang menyebabkan ratusan murid dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan ini menambah panjang daftar persoalan penyelenggaraan proyek MBG.

Berdasarkan data yang dihimpun Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia atau JPPI, tercatat total korban keracunan MBG sejak 2025 hingga awal 2026 mencapai 21.254 orang.

"Masih adanya kasus keracunan membuktikan proyek MBG masih kejar tayang tanpa diiringi standar keamanan pangan yang jelas," kata Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |