Megawati Napak Tilas di Istana Gebang Blitar

4 hours ago 5

INFO TEMPO – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang di Jl. Sultan Agung No.59, Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, pada Senin, 15 Juni 2026. Peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial tersebut ditandai secara simbolis melalui penekanan tombol sirine oleh Megawati.

Setelah seremoni tersebut, Megawati langsung melakukan napak tilas ke dalam rumah masa kecil sang Proklamator itu dengan didampingi putranya M. Prananda Prabowo dan kedua ponakannya yakni Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Usai memasuki area museum dan menerima penjelasannya, Megawati meminta agar Istana Gebang ditutup untuk umum selama satu hari dalam seminggu khusus untuk pembersihan dan perawatan. “Saya minta museum ini ditutup sehari. Bersihkan semuanya. Barang-barang di sini harus dirawat dengan baik,” ujar Megawati kepada petugas museum yang mendampingi.

Dalah kesempatan itu, Megawati tidak hanya berkeliling. Ia juga memberikan kursus kilat kepada dua orang petugas museum yang selama ini bertugas memberikan penjelasan kepada pengunjung. Ia menyadari bahwa pengetahuan kedua petugas itu masih terbatas mengenai detail masa kecil Bung Karno dan keluarganya saat tinggal di Blitar.

“Harus ada kursus khusus untuk menambah pengetahuan tentang Bung Karno, terutama masa kecilnya dan keluarganya. Pegawai museum harus diberi kursus supaya pengunjung mengerti dengan penjelasan mereka,” tegas Megawati.

Ia kemudian banyak bertanya kepada kedua petugas, dan justru memberikan informasi baru yang belum mereka ketahui. Sambil berkeliling, Megawati menjelaskan satu per satu koleksi foto, termasuk ruangan mana yang dihuni oleh siapa di masa kecil Bung Karno.

Di sisi lain, Megawati juga menanyakan jumlah pengunjung harian. Petugas menjawab rata-rata 200 orang per hari. Namun, dengan hanya dua orang petugas yang memberi informasi, Megawati menilai itu sangat tidak memadai. “Harusnya bisa ditambah jadi 10 orang. Mana Pak Wali? Bisa ada anggarannya nggak untuk penambahan staf?” ujar Megawati menoleh ke Wali Kota Blitar Syauqqul Muhibbin yang turut mendampingi. Wali Kota Blitar Syauqqul Muhibbin pun langsung menjawab, “Siap, Bu.”

Selain itu, Megawati juga mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengunjung direkam dan dikumpulkan. Menurutnya, hal itu penting agar museum bisa mengetahui apa saja yang ingin diketahui publik tentang Bung Karno, sehingga pelayanan bisa terus ditingkatkan.

Di sela-sela napak tilas, Megawati dan rombongan juga menyempatkan diri mengecek sumur tua di kompleks Istana Gebang. Sumur tersebut ternyata masih berfungsi dengan baik. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno pun mencoba memutar keran air dan memastikan airnya mengalir lancar. 

Momen ini berlangsung santai dan penuh kehangatan keluarga, diselingi tawa kecil saat mereka bergantian membuka keran. Prananda Prabowo bahkan terlihat memeluk ibunya Megawati di ruang tamu.

Sebagai informasi, Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung No.59, Sananwetan, Blitar. Istana ini merupakan situs sejarah yang dikenal sebagai rumah tempat Sang Proklamator, Bung Karno, menghabiskan masa kecilnya. 

Kompleks bangunan ini pertama kali didirikan pada tahun 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar. Rumah berarsitektur kolonial ini kemudian dibeli dari seorang warga Belanda bernama C.H. Portier, yang merupakan pegawai kereta api di Blitar, dan mulai ditempati oleh keluarga besar Bung Karno sekitar tahun 1917.

Di rumah ini, Bung Karno tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakak kandungnya, Sukarmini. Di setiap sudut rumah inilah gagasan awal kebangsaan, perenungan atas penderitaan rakyat, dan watak kepemimpinan Bung Karno mulai ditempa. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |