GEMPA bumi kembali terjadi di wilayah Mindanao, Filipina bagian selatan, pada hari ini, Senin 15 Juni 2026. Gempa terkini dicatat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berkekuatan Magnitudo 6,2, sama dengan catatan Survei Geologi AS (USGS).
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki pusatnya di laut, 143 kilometer sebelah utara Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Kedalamannya, 93 kilometer. Lokasi episentrum gempa itu terukur 67 kilometer sebelah tenggara Pondaguitan di pesisir Davao Oriental, Filipina, menurut USGS.
"Jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Laut Filipina," bunyi keterangan yang dibagikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.
Menurut BMKG, guncangan gempa tersebut dirasakan di wilayah Indonesia di Kepulauan Talaud dan Sangihe pada skala intensitas III MMI. Pada skala itu, guncangan gempa dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk melintas.
Pemodelan BMKG tak menunjukkan adanya potensi tsunami akibat gempa itu. Berbeda dengan ketika gempa M7,7 (atau M7,8 menurut USGS) mengguncang Mindanao tepat seminggu yang lalu. Saat itu pusat gempa berada di laut, sekitar 32 kilometer barat daya Maasim, Sarangani.
Atas gempa sepekan lalu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina melaporkan telah terjadi hingga lebih dari 6 ribu gempa susulan hingga hari ini. Sebanyak 78 di antaranya bisa dirasakan dampak guncangannya.
Peta gempa Filipina. Usgs.gov
Dikutip dari laporan inquirer.net hari ini, jumlah korban tewas akibat gempa itu bertambah lagi menjadi 65 orang. Sedangkan 36 lainnya masih hilang dan 1.400 luka-luka.
Gempa itu belakangan juga terungkap menyebabkan dasar laut terangkat hingga dua meter. Seperti dikonfirmasi oleh Departemen Sains dan Teknologi - Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, serta ditunjukkan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam - Biro Tambang dan Geosains di Soccsksargen, lokasi lantai laut naik ke permukaan berada terutama di Suaka Laut Pangyan, Glan, Sarangani.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikeluarkan Ahad pagi, 14 Juni, pengangkatan itu menyebabkan radius pantai bertambah 200 meter. Daratan baru itu memperlihatkan area terumbu karang dan rumput laut yang luas, lengkap dengan hewan laut yang ada padanya seperti ikan karang, belut, dan kerang.
Cebu Daily News melaporkan, para ahli telah berada di lokasi setelah pada 10 Juni lalu dilaporkan kalau muka air laut di sana tetap dangkal dan tak kembali seperti semula setelah gempa mengguncang, mengirim tsunami hingga ke wilayah Indonesia (0,75 meter). Tsunami 1,4 meter menerjang pesisir Kota Kiamba, Sarangani.

















































