MAHASISWA Universitas Trisakti menggelar unjuk rasa di Gedung DPR, Jakarta, pada Jumat, 19 Juni 2026. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan rakyat, yang mereka sebut Tritura.
Pilihan editor: Akankah Tur Jokowi Menggerus Suara Akar Rumput PDIP
Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, menjelaskan bahwa demonstrasi yang digelar bukan merupakan aksi spontan, melainkan hasil konsolidasi dan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa hari terakhir.
“Kami sudah melakukan persiapan sejak kurang lebih dua hari lalu, mulai dari konsolidasi, inventarisasi isu, hingga bagaimana akumulasi gerakan dan kemarahan ini dapat berbuah menjadi sebuah gerakan,” kata Arief saat ditemui sebelum aksi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengusung tiga tuntutan utama. Pertama, pemulihan ekonomi dan politik secara nasional. Kedua, pemberantasan inkompetensi pejabat negara. Ketiga, pengembalian supremasi sipil.
Ia menilai berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Karena itu, tuntutan yang dibawa diklasifikasikan ke dalam tiga isu besar yang dinilai paling mendesak.
Mahasiswa menilai ketiga tuntutan tersebut memiliki sejumlah turunan isu yang berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penurunan harga kebutuhan pokok, serta jaminan kebebasan sipil bagi masyarakat.
Selain menyoroti persoalan ekonomi, ia juga mengkritik kinerja sejumlah pejabat publik yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan program-program pemerintah.
Pada tuntutan kedua, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara serta mengevaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Mereka menilai berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi program tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemauan politik, tetapi juga kapasitas pejabat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
“Menurut kami, kegagalan program ini juga disebabkan oleh kurangnya kompetensi dari para pejabat negara yang menjalankannya,” kata perwakilan massa aksi.
Aksi di DPR RI ini menjadi bagian dari rangkaian gerakan yang diinisiasi BEM FH Trisakti untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka nilai semakin membebani masyarakat. Massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga mendapatkan respons dari pemerintah dan DPR.
Pilihan editor: Bisakah Standardisasi Kemasan Rokok Menekan Perokok Anak?


















































