Jangan Sepelekan Kulit Sensitif, Masalah Skin Barrier Bisa Memicu Dermatitis Atopik

1 hour ago 1

CANTIKA.COMJakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, istilah skin barrier semakin sering dibicarakan dalam dunia kecantikan dan dermatologi. Bukan tanpa alasan. Para ahli menilai lapisan pelindung alami kulit tersebut memegang peran penting dalam menjaga kesehatan kulit sekaligus menjadi salah satu faktor utama di balik meningkatnya kasus kulit sensitif dan dermatitis atopik yang kini ditemukan di berbagai negara.

Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pertahanan pertama tubuh terhadap berbagai ancaman dari lingkungan luar, mulai dari polusi, alergen, mikroorganisme, hingga paparan sinar ultraviolet. Ketika lapisan ini mengalami kerusakan, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan akan menurun dan berbagai zat iritan menjadi lebih mudah masuk ke dalam kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami kemerahan, rasa gatal, peradangan, hingga munculnya kondisi kronis seperti dermatitis atopik.

Dermatitis Atopik Masih Menjadi Masalah

Di Indonesia, dermatitis atopik termasuk salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan pada layanan dermatologi anak. Berbagai laporan menunjukkan prevalensinya berkisar antara 10 hingga 20 persen pada bayi dan anak-anak, serta sekitar 1 hingga 3 persen pada populasi dewasa.

Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) bahkan mencatat dermatitis atopik sebagai salah satu kasus yang paling banyak ditangani di berbagai pusat layanan kesehatan anak.

Tren serupa juga terlihat secara global. Sebuah meta-analisis internasional yang melibatkan lebih dari 25 juta individu menemukan bahwa prevalensi dermatitis atopik mencapai sekitar 11,1 persen pada anak dan remaja serta 6,3 persen pada orang dewasa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dermatitis atopik masih menjadi salah satu penyakit inflamasi kulit yang paling umum ditemukan di dunia.

Menurut para ahli, dermatitis atopik tidak hanya berkaitan dengan faktor genetik, tetapi juga melibatkan gangguan fungsi skin barrier, perubahan sistem imun, serta berbagai faktor lingkungan yang semakin kompleks.

Kondisi tersebut mendorong meningkatnya perhatian komunitas medis terhadap pentingnya menjaga dan memperkuat skin barrier sebagai fondasi kesehatan kulit. Pendekatan dermatologi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengendalian gejala, tetapi juga pada upaya memperbaiki fungsi sawar kulit untuk membantu menjaga kesehatan kulit secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Ilustrasi kulit sensitif. healthtap.com

Fokus Uriage pada Masalah Skin Barrier 

Uriage Indonesia menyelenggarakan Uriage Indonesia 1st Anniversary Gathering, kegiatan ini sekaligus sebagai sarana untuk memberikan apresiasi kepada para dokter yang mempercayakan terapi kuitnya pada Uriage.  

Dalam sambutannya, Ir Emmy Noviawati President Direktur PT Regenesis Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, klinik partner yang telah menjadi bagian dari perjalanan Uriage Indonesia selama satu tahun terakhir.

"Perjalanan satu tahun ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang terjalin bersama komunitas medis di Indonesia. Kami percaya bahwa pertukaran pengetahuan dan kolaborasi yang berkelanjutan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan praktik dermatologi yang berbasis sains," ujar Ir Emmy Noviawati.

Michel Huang, Area Manager Asia - PUIG Derma menyampaikan apresiasi atas Kerjasama yang baik dengan Regenesis Indonesia sebagai distributor utama URIAGE di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin, Uriage Indonesia juga memberikan Partnership Appreciation Award kepada sejumlah klinik partner yang dinilai aktif berkontribusi dalam pengembangan edukasi pasien dan peningkatan kualitas layanan kesehatan kulit.

Rangkaian acara yang merupakan bagian partisipasi Regenesis di AMUSE 2026 menghadirkan berbagai sesi  membahas perkembangan dermatologi modern serta pengelolaan layanan pasien.  Salah satu sesi disampaikan oleh Emmy Noviawati, President Director Regenesis, yang dalam semangat "Advancing Your Business" membawakan topik "Maximizing Your Patient Journey with Uriage". 

Sesi ini menyoroti pentingnya memahami perjalanan pasien secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan, memperkuat hubungan dengan pasien, serta mendukung hasil perawatan yang lebih optimal. Khususnya untuk memberikan post care treatment yang baik pada pasien pasca laser/IPL, peeling ataupun injectable treatment. 

Dalam sesi "Uriage Triple Barrier Science", Thibault Aardewijn, Derma Regional Business Medical Coordinator, memaparkan pentingnya skin barrier sebagai fondasi kesehatan kulit. Ia menjelaskan bagaimana pendekatan berbasis riset dermatologi terus berkembang untuk membantu menjaga keseimbangan kulit, memperkuat fungsi proteksi alami, dan mendukung kebutuhan pasien dengan berbagai kondisi kulit sensitif.

Opini positif banyak datang dari para ekspert seperti dr Nizami Hamada SpDVE dari Skinair Clini menyatakan bahwa Uriage menjadi pilihan di klinik karena uriage memiliki banyak series produk baik itu produk untuk mencerahkan, untuk kulit kering, berjerawat, bahkan untuk anak-anak juga ada jadi product uriage ini cocok untuk berbagai jenis kulit, sama halnya dengan Dr Dika Pranata dari Dermapro Clinic yang memilih Uriage karena ingredients-nya sangat cocok untuk beberapa tipe pasien dan juga beberapa pasien di klinik untuk recovery after treatment jadi lebih cepat. 

Dr Maria Magdalena, SpDVE dari Klinik Serenity Medika menggunakan uriage karena produk dari Prancis ini memiliki banyak keunggulan salah satunya untuk perawatan post-treatment dimana dengan menggunakan produk ini pemulihan pasca-treatment menjadi lebih cepat dan hasilnya memuaskan.

Sebagai bagian dari diskusi ilmiah tersebut, Uriage Indonesia juga memperkenalkan perkembangan terbaru dalam lini perawatan kulit kering dan atopik melalui hadirnya Xémose C8+. Produk ini dikembangkan berdasarkan pemahaman mengenai kebutuhan pasien dengan kondisi kulit kering, sensitif, dan atopik yang kerap dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. 

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |