CANTIKA.COM, Jakarta - Brand perawatan pria Kahf menghadirkan IQRO’ Reimagined Project, sebuah inisiatif yang memperbarui tampilan visual buku IQRO’ tanpa mengubah metode pembelajaran aslinya. Diperkenalkan kepada publik dalam acara Illustrated Ramadan Jakarta 2026 yang berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, program ini diluncurkan untuk mendorong perluasan literasi membaca Al-Qur'an di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Indeks Literasi Al-Qur'an yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada 2023, tingkat literasi Al-Qur'an di Indonesia berada pada angka 66,04 dan masuk kategori tinggi. Meski demikian, laporan tersebut juga menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam kemampuan membaca sesuai kaidah tajwid serta kelancaran bacaan, tidak hanya pada anak-anak tetapi juga pada kalangan dewasa.
Menjawab tantangan tersebut, Kahf bekerja sama dengan Parastudio menghadirkan pembaruan visual buku IQRO’ karya K.H. As’ad Humam, metode yang telah menjadi fondasi pembelajaran membaca Al-Qur'an di Indonesia selama puluhan tahun.
“Kolaborasi ini hadir sebagai ajakan untuk kembali memulai atau melanjutkan perjalanan membaca Al-Qur'an. Kami memahami bahwa banyak orang dewasa yang merasa ragu atau takut dihakimi ketika ingin belajar dari awal. Karena itu kami mencoba menghadirkannya dalam format yang lebih kontekstual tanpa mengubah ruh aslinya,” tutur Brand Representative Kahf, Aldian Alfaridz menjelaskan inisiatif ini hadir untuk mendorong masyarakat kembali memulai atau melanjutkan perjalanan belajar membaca Al-Qur'an.
Ringkas dan Padat
Metode IQRO’ yang diperkenalkan sejak era 1980-an telah membantu jutaan masyarakat mengenal huruf hijaiyah melalui sistem pembelajaran yang praktis dan sistematis. Dalam proyek ini, Kahf tetap mempertahankan khat tulisan tangan asli sebagai elemen grafis utama guna menjaga keaslian sekaligus nilai historisnya.
Edisi terbaru ini mengacu pada materi IQRO’ Klasikal, namun hadir dengan format pembelajaran yang merangkum jilid 1 hingga 6 secara lebih ringkas dan padat. Kemudian, rilisan ini juga menjadi tahap awal dari pengembangan lanjutan yang akan terus dilakukan pada periode berikutnya.
Proyek ini diinisiasi oleh Kahf dan Parastudio, bekerja sama dengan IQRO’ Center melalui pendampingan materi dari Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta, serta pengembangan desain oleh Work by ’ Brand Consultant. Perwakilan IQRO’ Center sekaligus keluarga pencetus metode IQRO’, Rehan Mubarak, menyambut baik inisiatif tersebut, ia pun berharap pembaruan desain ini dapat mendorong generasi muda yang belum lancar membaca Al-Qur'an untuk kembali belajar dari dasar.
Desain Kontemporer
Dari sisi desain, proyek ini menggunakan pendekatan kontemporer dengan format zine, eksplorasi tipografi dinamis, serta tata letak fleksibel. Meski demikian, struktur pengenalan huruf, sistem klasikal pembelajaran, dan kaidah bacaan tetap dipertahankan sesuai metode orisinal. Desainer dari ’ Brand Consultant, Ibnu Hafiz Fadhilah, menjelaskan bahwa proses perancangan dilakukan secara hati-hati agar modernisasi tidak menghilangkan karakter asli IQRO’.
Konsep tersebut juga mendapat perhatian dari seniman Bill Mohdor, yang menilai pendekatan ini sebagai upaya kreatif menghadirkan kembali karya klasik dalam bentuk yang lebih relevan bagi generasi masa kini. Sebagai bagian dari gerakan Bener Bareng selama Ramadan, Kahf juga membawa IQRO’ Reimagined ke ruang publik dan komunitas dan aktivasi ini rencananya akan diperkenalkan secara global, dimulai dari Mecca dan Medina, kemudian berlanjut ke London, New York, hingga Chiba melalui komunitas Muslim setempat.
Pilihan Editor: Beri Perhatian ke Pasangan dengan 5 Produk Perawatan Wajah dan Tubuh dari Kahf
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































