Bambang Joko Sutarto Dorong Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BPD DIY

4 hours ago 2

INFO TEMPO – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto mendorong sinergi yang lebih erat antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY guna memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke sektor informal dan pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Bambang saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut dia, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi antara layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dalam kesempatan tersebut, Bambang menegaskan bahwa peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat daerah.

“Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," kata Bambang.

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi bersama kepada pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami juga melihat pentingnya pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Dana santunan yang diterima perlu dikelola secara bijak agar dapat menjadi modal keberlanjutan kehidupan keluarga. Di sinilah sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dapat memberikan nilai tambah melalui edukasi dan literasi pengelolaan keuangan," tambahnya.

Selain penguatan literasi, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan kerja sama layanan yang memungkinkan Bank BPD DIY menjadi salah satu kanal strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kemudahan akses pendaftaran dan pembayaran iuran bagi masyarakat.

Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah peserta mencapai 47,41 juta tenaga kerja, yang terdiri atas 26,87 juta pekerja formal (PU), 13,87 juta pekerja informal (BPU), 5,96 juta pekerja jasa konstruksi, dan 0,71 juta pekerja migran Indonesia (PMI). Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada peserta sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim, serta menyalurkan Beasiswa Pendidikan senilai Rp260,9 miliar kepada lebih dari 56 ribu anak peserta.

Bambang juga menyampaikan bahwa kehadiran kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan. Oleh karena itu, jaringan layanan dan kanal digital yang dimiliki Bank BPD DIY diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau lebih banyak pekerja.

“Penguatan kerja sama dengan Bank BPD DIY juga kami harapkan akan mampu menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga nantinya akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja akan semakin luas, mudah, dan inklusif,” kata Bambang. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |