Wali Kota Semarang Pastikan Kirab Budaya KH Sholeh Darat Tetap Berjalan

13 hours ago 8

INFO TEMPO - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmennya untuk terus melangsungkan tradisi Kirab Budaya KH Sholeh Darat selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Kirab Budaya KH Sholeh Darat di Lapangan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Ahad, 19 April 2026.

Tahun ini, kirab budaya tersebut memasuki pelaksanaan yang kedua. Agustina menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan. “Ini adalah kirab yang ke dua, dan akan terus kita laksanakan selama saya memimpin Kota Semarang. Ini bukan agenda sesaat, tetapi bagian dari ikhtiar merawat nilai dan sejarah,” tegasnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kirab ini menjadi ruang aktualisasi budaya yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan kembali keteladanan perjuangan KH Sholeh Darat sebagai ulama besar yang memiliki peran penting dalam penguatan nilai keislaman dan kebangsaan di tanah Jawa.

Lebih lanjut, Agustina menekankan bahwa kirab budaya memiliki makna strategis sebagai bentuk pendidikan di luar sekolah. Nilai-nilai yang ditampilkan tidak hanya sebatas atraksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dalam membentuk karakter masyarakat.

“Kirab budaya adalah pendidikan luar sekolah tentang budaya. Ini selaras dengan amanat dalam Lagu Indonesia Raya—bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Pembangunan jiwa itu harus berjalan beriringan, dan semangat itu kita temukan dalam perjuangan KH Sholeh Darat,” lanjutnya.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh pembangunan jiwa masyarakat. Kirab Budaya KH Sholeh Darat menjadi simbol bagaimana nilai spiritual, sejarah, dan budaya dapat dihadirkan kembali sebagai fondasi pembangunan yang utuh.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Kirab budaya dinilai menjadi medium efektif untuk mengenalkan sejarah lokal secara kontekstual, menarik, dan mudah diterima masyarakat luas.

Dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahun, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri, nilai, dan warisan leluhur. Selain itu, Pemkot Semarang juga terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.(*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |