KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya mengamankan demonstrasi peringatan Hari Buruh di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar unjuk rasa tersebut.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Dekananto Eko Purwono mengatakan terdapat kelompok massa terorganisasi yang diprediksi memicu kerusuhan. “Berdasarkan informasi intelijen,” ujar Dekananto pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dekananto mewanti-wanti seluruh personel agar mengantisipasi potensi kerusuhan tersebut. Ia meminta personel menindak kelompok tersebut sebelum tiba di titik aksi. “Saya minta untuk melakukan langkah-langkah tindakan represif edukatif,” ucap Dekananto.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan ada beberapa komponen massa yang teridentifikasi berpotensi membuat kerusuhan. Menurut Budi, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi kelompok tersebut untuk menghadiri unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.
Budi memastikan kepolisian akan menangkap kelompok massa tersebut jika membuat keributan. “Kepolisian tidak akan segan-segan untuk mengamankan yang bersangkutan,” ucap Budi kepada wartawan di depan Gedung DPR/MPR.
Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer Jayakarta atau Asops Kasdam Jaya Brigadir Jenderal TNI M. Iswan Nusi menyatakan pihaknya menyiapkan satuan tugas khusus untuk mengamankan kegiatan tersebut. “Kami telah membentuk satgas intel,” ujar Iswan pada Kamis, 30 April 2026.
Menurut Iswan, personel Kodam Jaya dan anggota Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polda Metro Jaya akan mengisi satgas intelijen tersebut. Mereka juga akan berkoordinasi dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Iswan mengatakan tim tersebut nantinya bertugas memantau situasi lapangan selama kegiatan berlangsung. “Aparat intel yang ada segera berkoordinasi dan laporkan jika ada penonjolan,” ucap Iswan dalam apel gelar pasukan.
Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, sejumlah massa mulai berdatangan ke depan Gedung DPR/MPR sejak pukul 11.00 WIB. Para peserta aksi terlihat berkumpul di sisi kiri gerbang sambil terus menyampaikan orasi.
Aliansi Gebrak diketahui akan menggelar aksi May Day tahun ini di depan Gedung DPR/MPR. “Estimasi massa 10.000 orang,” tutur perwakilan Gebrak, Sunarno, dalam keterangan tertulisnya.
Sunarno mengatakan aksi yang digelar kelompoknya berbeda dengan acara May Day Fiesta yang akan berlangsung di kawasan Monas. “Perayaan May Day yang diselenggarakan di Monas menurut kami sarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan,” ucap Ketua Umum KASBI tersebut.
Sementara itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya akan menggelar perayaan May Day Fiesta bersama Presiden Prabowo Subianto di kawasan Monas. Jumlah massa dalam acara tersebut diprediksi mencapai 100 ribu orang.
















































