KEPOLISIAN Resor Metropolitan Jakarta Pusat memberlakukan rekayasa lalu lintas menyusul pergerakan massa buruh ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Para buruh memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan melakukan aksi demonstrasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold E.P. Hutagalung mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari kawasan DPR/ MPR ]untuk sementara waktu dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Reynold dalam keterangan tertulis pada Jumat, 1 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas Jalan Gatot Subroto arah Slipi maupun arah Semanggi yang melintas di depan Gedung DPR/MPR. Adapun, rekayasa lalu lintas yang diberlakukan meliputi pengalihan arus dari arah Semanggi menuju Slipi melalui jalur alternatif seperti Jalan Asia Afrika atau Jalan Gerbang Pemuda.
Di samping itu, kendaraan yang akan menuju kawasan Senayan disarankan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan. Ia juga meminta pengendara untuk tetap tertib dan mematuhi rambu serta petunjuk petugas demi kelancaran bersama.
“Gunakan jalur alternatif yang telah disiapkan dan tetap utamakan keselamatan dalam berkendara,” tutur dia.
Pergerakan massa buruh pada peringatan May Day 2026 tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) saja bersama Presiden Prabowo Subianto. Menjelang siang, ribuan buruh sejumlah elemen buruh juga menggelar unjuk rasa di depan gedung wakil rakyat MPR/DPR/DPD di Senayan, Jakarta Pusat.
“Kita maju perlahan-lahan, yang rapi, agar spanduk berisi tuntutan kita bisa terbaca,” terdengar suara dari pengeras suara mobil komando milik Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Jumat.
Dari pantauan Tempo di lapangan, selain KASBI, terdapat serikat buruh dan lembaga swadaya masyarakat lain yang turut merapat ke DPR menjelang pukul 14.00 WIB. Di antaranya, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Greenpeace Indonesia, sejumlah serikat petani, hingga Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Jakarta.















































