Pengusaha Sawit-Batu Bara Bicara soal Ekspor Satu Pintu

4 hours ago 3

KETUA Umum Forum Industri Nikel Indonesia Arif Perdana Kusumah menyatakan asosiasi pengusaha lintas sektor bersurat kepada pemerintah atas kebijakan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). “Kami telah bersurat dan memberikan beberapa rekomendasi,” kata Arif, dalam sesi diskusi di gedung Tempo, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan Arif dalam sesi diskusi yang digelar Tempo Inti Media Impresario bertajuk “Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional”.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Arif mengatakan, pengusaha sampai membentuk satu asosiasi lintas sektor yang bertujuan memberikan masukan kepada pemerintah.

Selain telah bertemu beberapa kali dengan perwakilan DSI untuk menyampaikan rekomendasi, Arif mengatakan, pengusaha lintas sektor telah bersurat kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Salah satu dari enam rekomendasi yang disampaikan pengusaha adalah permintaan agar pemerintah tidak menggunakan pendekatan one side for all. Sebab, kata Arif, setiap komoditas strategis, seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara memiliki karakteristik berbeda. Sehingga, menurutnya, penting agar ada aturan yang lebih rinci untuk masing-masing komoditas.

Selain itu, pengusaha meminta adanya peta jalan atau roadmap yang bisa dipantau investor luar negeri. 

Kemudian, pengusaha berharap akan adanya kepastian hukum dan perlindungan terhadap kontrak yang sedang berjalan. Ia mencontohkan satu proyek hidrometalurgi untuk produksi baterai membutuhkan modal senilai US$ 2 miliar. Dan umumnya, kata Arif, proyek besar membutuhkan persyaratan seperti kepastian hak ekspor dan off-tacker.

Rekomendasi selanjutnya adalah agar mekanisme ekspor satu pintu tidak dilihat negara lain sebagai kebijakan monopolistik. “Ini jadi concern dunia industri,” ujarnya. Apalagi, Indonesia telah menjalin kerja sama dagang melalui FTA dan WTO. 

Selanjutnya adalah kejelasan peran dan model bisnis DSI. Arif mengatakan, pengusaha membutuhkan transparansi DSI yakni sebagai verifikator, aggregator, atau pihak di dalam transaksi. Jika memang berlaku sebagai pihak yang melakukan transaksi, kata Arif, artinya akan ada perpindahan kepemilikan. 

Rekomendasi lainnya adalah kejelasan mekanisme mata uang dan pembayaran. Sebab selama ini, kata Arif, pengusaha menggunakan dolar Amerika dalam bertransaksi. 

Terakhir, adalah harapan agar mekanisme ekspor satu pintu dapat menyederhanakan perizinan, tidak menambah birokrasi, hingga rantai koordinasi yang lebih panjang. Sebab, kata Arif, ekosistem perdagangan relatif panjang dan rumit karena mulai dari bidding, penentuan pembeli, kepabeanan, sampai pengapalan.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |