DUA remaja menembaki Masjid San Diego, California, Amerika Serikat pada Senin siang waktu setempat. Serangan ini menewaskan sedikitnya tiga pria. Seperti dilaporkan ABC News, polisi San Diego mengatakan bahwa kedua pelaku penembakan kemudian bunuh diri beberapa blok dari lokasi.
Kepala Polisi San Diego Scott Wahl dalam konferensi pers di taman lingkungan di seberang masjid Para penembak ditemukan tewas di dalam sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan di dekatnya, ia menambahkan
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dua pejabat penegak hukum senior yang diberi pengarahan tentang penyelidikan dan seorang pejabat penegak hukum federal mengidentifikasi Cain Clark, 17 tahun, dan Caleb Vazquez, 18 tahun, sebagai tersangka dalam penembakan, seperti dilansir NBC News.
Polisi San Diego menerima panggilan pertama mereka sekitar pukul 9:42 pagi dari ibu salah satu tersangka, yang mengatakan bahwa putranya telah hilang, bersama dengan senjata api dan mobilnya, kata Wahl kepada wartawan.
Ia juga mengatakan bahwa putranya ingin bunuh diri dan kemungkinan besar bersama seorang teman, kata Wahl. Kedua pemuda itu mengenakan seragam militer, katanya kepada polisi.
Sebuah catatan yang ditinggalkan pemuda itu berisi "retorika kebencian umum dan ujaran kebencian".
Wahl mengatakan polisi menemukan perilaku tersangka "tidak konsisten" dengan seseorang yang dianggap ingin bunuh diri.
Para penyelidik kemudian pergi ke sebuah sekolah menengah setempat, tempat salah satu remaja itu bersekolah, serta sebuah pusat perbelanjaan tempat mobil itu dilaporkan terlihat.
Para penyelidik berhasil menghubungkan salah satu tersangka dengan Sekolah Menengah Madison, sekitar satu mil dari Pusat Islam San Diego, kata Wahl.
Pada pukul 11:43 pagi, polisi menerima laporan tentang penembak aktif di masjid.
“Para petugas masih berada di area tersebut dan berbicara dengan Ibu, mencoba untuk mengumpulkan informasi tentang di mana mereka mungkin berada, lokasi yang menurutnya mereka akan berada, dan itu hanya beberapa blok jauhnya,” kata Wahl. “Para petugas itu, begitu mereka mendengar apa yang terjadi di Pusat Islam, segera meluncur ke masjid.”
Ketika polisi tiba, mereka menemukan tiga korban sudah meninggal. Saat polisi sedang mencari tersangka di dalam pusat Islam tersebut, petugas operator menerima panggilan bahwa seorang tukang taman mungkin telah ditembak beberapa blok jauhnya, kata Wahl.
Setelah itu, laporan lain masuk bahwa kedua tersangka tewas di dalam mobil akibat tembakan, katanya.
Para penyelidik sekarang sedang melakukan penggeledahan berdasarkan surat perintah.
“Kami akan terus menindaklanjuti setiap petunjuk dan informasi yang muncul karena kami semua fokus untuk mencari tahu bagaimana ini bisa terjadi dan apa yang bisa kami lakukan untuk mencegahnya,” kata Wahl.
Serangan ini terjadi ketika umat Islam di seluruh dunia hari ini memperingati hari kedua Dzul Hijjah, yang jatuh setiap tahun pada bulan terakhir kalender Islam. Bulan ini dianggap sebagai salah satu bulan tersuci dan berarti "bulan haji."
Bulan ini menandai waktu ketika jutaan umat Islam memulai ibadah haji, sebuah ziarah tahunan ke Mekah di Arab Saudi. Ibadah haji, pertemuan umat Islam terbesar di dunia, akan dimulai tahun ini pada tanggal 25 Mei.












































