PERUSAHAAN teknologi Apple dirumorkan akan meluncurkan iPhone lipat pertamanya pada musim gugur tahun ini dengan nama iPhone Ultra. Perangkat tersebut disebut akan menjadi model iPhone paling premium yang pernah dibuat Apple, dengan desain lipat bergaya buku dan harga mulai sekitar US$ 1.999 atau setara Rp 32 jutaan untuk varian 256 GB.
Laporan 9to5Mac pada 13 Mei 2026 menyebut iPhone Ultra akan hadir dengan desain berbeda dari ponsel lipat lain di pasaran. Saat dibuka, perangkat ini disebut lebih lebar dibanding tinggi, dengan layar luar berukuran 5,3 hingga 5,5 inci dan layar dalam 7,6 hingga 7,8 inci yang menyerupai iPad mini. Apple juga dirumorkan menghadirkan layar tanpa bekas lipatan atau crease-free pada panel bagian dalam.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dari sisi desain, iPhone Ultra disebut mengadopsi sejumlah elemen dari iPhone Air, termasuk bingkai titanium dan bodi ultra-tipis. Saat dilipat, perangkat itu dikabarkan tampak seperti dua unit iPhone Air yang ditumpuk menjadi satu, tetapi lebih tipis. Apple disebut hanya menyediakan pilihan warna hitam dan putih untuk model tersebut.
Di sektor kamera, iPhone Ultra dikatakan memiliki dua kamera belakang, yakni kamera utama 48 megapiksel dan Ultra Wide 48 megapiksel. Namun, perangkat ini disebut tidak akan dibekali kamera telephoto seperti model Pro. Karena memiliki dua layar, Apple juga disebut menyematkan dua kamera depan dengan desain punch-hole.
Pada sisi perangkat lunak, iOS 27 disebut akan membawa sejumlah fitur eksklusif untuk iPhone Ultra, termasuk kemampuan multitasking dengan tampilan aplikasi berdampingan dan tata letak antarmuka yang menyerupai iPad. Meski demikian, perangkat ini dikabarkan tidak akan menjalankan iPadOS saat dibuka.
Untuk dapur pacu, iPhone Ultra dirumorkan menggunakan chip A20 Pro dengan proses fabrikasi 2 nanometer dan teknologi WMCM untuk meningkatkan efisiensi. Perangkat itu juga disebut dibekali RAM 12GB serta modem seluler C2 buatan Apple sendiri sebagai pengganti modem Qualcomm.
Menariknya, Apple disebut tidak akan menghadirkan Face ID pada iPhone Ultra. Sebagai gantinya, perusahaan dikabarkan mengembalikan Touch ID yang terintegrasi pada tombol daya, mirip seperti yang digunakan pada iPad Air dan iPad mini. Keputusan itu disebut berkaitan dengan desain perangkat yang sangat tipis sehingga komponen Face ID sulit dimuat untuk dua layar sekaligus.
















































