Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen, Berikut Rincian Tarif Trump Terhadap 15 Negara Asia

19 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump merilis kebijakan tarif impor baru yang dinamakan 'Reciprocal Tariffs' disingkat tarif Trump, pada 2 April 2025. Kebijakan ini akan memberlakukan tarif tambahan terhadap produk impor dari berbagai negara, tak terkecuali pada beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.

Dalam pengumuman kebijakan perdagangan baru di Rose Garden Gedung Putih pada Rabu sore waktu setempat, Presiden Trump menyatakan AS akan menerapkan tarif impor minimum 10% untuk semua produk impor.

Selain itu, beberapa negara tertentu akan dikenakan tarif resiprokal (timbal balik) yang lebih tinggi sebagai bagian dari kebijakan baru ini. Kamboja menjadi negara Asia yang mendapatkan tarif paling tinggi, berikut rincian tarifnya;

  • Kamboja: 49%
  • Vietnam: 46%
  • Cina: 36%
  • Korea Selatan: 25 %
  • Jepang: 24 %
  • Taiwan: 32%
  • India: 26%
  • Thailand: 36%
  • Malaysia: 24%
  • Bangladesh: 37%
  • Pakistan:29%
  • Sri Lanka: 44%
  • Filipina:17%
  • Singapura: 10%
  • Indonesia: 32%

Kebijakan tarif Trump ini diumumkan akan berjalan efektif tiga hari setelah pengumuman resminya oleh presiden dari Partai Republik tersebut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih menjelaskan bahwa kebijakan tarif ini diterapkan untuk memperkuat posisi ekonomi internasional Amerika Serikat sekaligus melindungi tenaga kerja dalam negeri. Dokumen resmi yang dipublikasikan di situs whitehouse.gov tanggal 2 April 2025 menyatakan bahwa praktik perdagangan dan ekonomi internasional saat ini telah menciptakan keadaan darurat nasional bagi Amerika Serikat.

Kebijakan tarif Trump akan diterapkan secara bertahap. Tahap pertama berupa tarif umum 10% untuk semua negara akan efektif mulai Sabtu, 5 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB). Kemudian, tarif khusus untuk beberapa negara termasuk Indonesia akan diberlakukan mulai Rabu, 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB). Kebijakan tambahan ini diterapkan AS sebagai respons atas defisit perdagangan yang terjadi dengan negara-negara tersebut, termasuk dengan Indonesia.

Respons Pemerintah Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah Indonesia akan mengirim delegasi tinggi ke Washington DC untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah AS menanggapi kebijakan tarif Trump. Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan berbagai strategi antisipasi melalui koordinasi intensif antar kementerian dan lembaga di bawah Kabinet Prabowo Subianto guna menghadapi kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat tersebut.

"Pemerintah akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC,” ucap Airlangga lewat pernyataan resmi, Kamis, 3 April 2025.

Airlangga menyatakan kebijakan tarif timbal balik AS akan mempengaruhi secara signifikan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar Amerika. Ia menjelaskan bahwa komoditas utama Indonesia yang selama ini masuk ke pasar AS meliputi berbagai produk seperti peralatan elektronik, garmen dan tekstil, sepatu, minyak sawit, produk karet, mebel, serta komoditas perikanan termasuk udang dan hasil laut lainnya.

Prediksi Rupiah Akan Merosot Imbas Kebijakan Tarif Trump

Guru Besar FEM IPB Didin S Damanhuri memprediksi kebijakan tarif Trump akan memperparah pelemahan rupiah, dengan potensi anjlok hingga Rp17.000 per dolar AS. Menurutnya, kebijakan tarif timbal balik ini menciptakan guncangan ekonomi global yang berdampak pada tekanan terhadap nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah.

Didin menjelaskan bahwa rupiah sebenarnya sudah mengalami pelemahan akibat sentimen domestik negatif belakangan ini, seperti isu Danantara dan kebijakan populis pemerintah, yang telah mendorong kurs ke Rp16.700 per dolar AS. "Dengan tambahan tekanan dari kebijakan AS ini, sentimen negatif terhadap rupiah semakin menguat," jelasnya kepada Tempo, Kamis, 3 April 2025.

Sultan Abdurrahman dan Ilona Estherina ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: RI Kena Tarif Trump 32 Persen, Pengusaha Imbau Diversifikasi Pasar Ekspor

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |